Palu,Portalsulawesi.Id – Perjalanan kunjungan kerja Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, M.Iftitah Sulaiman Suryanagara ke dusun Tokelemo desa Lembantongoa Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi diwarnai dengan kondisi jalan yang rusak , iring iringan rombongan para pejabat harus berjibaku dengan kubangan jalan dan batuan lepas diantara jalan penghubung desa induk lembantongoa dengan lokasi pemukiman transmigrasi SP 1 transmigrasi lembantogoa.
Kunjungan Menteri Transmigrasi yang tiba dipalu ,Kamis ( 05/06/2025) didampingi oleh Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si bersama Bupati Sigi,Rizal Intjenae , Kapolres Sigi ,Dandim 1307 Kota Palu serta unsur Forkopimda baik tingkat propinsi maupun kabupaten Sigi.
Turut mendampingi Menteri Transmigrasi, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Dirjen PPKTrans) Darmawasyah, ST, M.Si.
Menuju lokasi SP 1 dusun Tokelemo Desa Lembantongoa, rombongan Menteri Transmigrasi bersama Gubernur Sulteng dan Bupati Sigi disajikan jalan pemukiman yang kondisi yang memprihatinkan. Lubang dan bebatuan lepas dari kontruksi jalan desa yang belum diaspal menyambut kedatangan rombongan para pejabat negara menyampaikan pesan dari warga transmigrasi UPT Lembantongoa, ditambah lagi lokasi yang masuk zona blinkspot signal seluler.
Saat bertatap muka dengan warga ,Menteri Transmigrasi M.Iftitah Sulaiman Suryanagara mendengarkan keluh kesah para transmigran yang mendiami dusun Tokelemo. Dihadapan Menteri dan Gubernur ,warga yang umumnya petani Kopi dan Kakao menyampaikan keluhan baik terkait infrastruktur jalan yang rusak, pelayanan kesehatan yang buruk,jaringan listrik dan komunikasi yang belum ada serta tingginya angka putus sekolah akibat faktor ekonomi.
Menyahuti keluhan warga, menteri Jebolan Akmil Angkatan 1999 ini langsung meminta Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Dirjen PPKTrans) Darmawasyah, ST, M.Si. untuk mencatat dan mencarikan solusi . Bahkan, untuk urusan listrik dan kendala komunikasi ,Menteri Transmigrasi meminta Gubernur Sulteng ,Anwar Hafid untuk menindak lanjuti keluhan warga tersebut.
” Pak Dirjen tolong dicatat keluhan warga, terkait infrastruktur jalan biar tidak disampaikan kesaya,saya sudah melihat langsung saat perjalanan menuju kesini ” kata Menteri yang memilih pensiun dini dari dinas TNI-AD tahun 2023 silam.
Untuk itu menurut menteri, pihaknya akan berupaya untuk menyahuti masalah infrastruktur lewat koordinasi lintas sektoral dengan mengusulkan realisasi Infrastruktur Jalan Desa ( IJD). ” Untuk peningkatan jalan,saya akan koordinasikan dengan kementrian PU, karena penangananya lintas sektor , ada program Infrastruktur Jalan Desa ” ujarnya.
Selain Inftrastruktur ,warga juga mengadukan status lahan yang ditempati . Dimana menurut warga, saat ini mereka hanya memiliki sertipikat lahan pekarangan saja, sementara untuk lahan usaha (LU) 1 dan 2 masih belum diserahkan.
” Masalah sertipikat LU 1 dan 2 pak menteri, kami belum memiliki alas haknya karena alasannya lahan kami masuk dalam kawasan Hutan Produksi terbatas ( HPT)” ujar salah seorang ibu rumah tangga perwakilan warga SP.1 lebonu.
” Masalah kesehatan juga pak,ditempat kami tidak ada tenaga kesehatan yang menetap dan bertugas , malah obat obatanya banyak yang kadaluarsa ” lapor warga lainnya.
” Anu pak menteri, listrik ditempat kami belum ada yang sambungan dari PLN,kami hanya pakai tenaga Surya, sementara kondisinya saat ini sudah mulai rusak,cuma bisa bertahan sampai jam 9 malam,setelah itu gelap gulita ” kata Iwan (53),Warga Transmigrasi Tokelemo asal Banyuwangi.
Atas keluhan warga tersebut, Menteri Transmigrasi menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah mengagas lima program utama Transmigrasi. Salah satunya adalah Transmigrasi Tuntas ,program kementrian transmigrasi dalam menuntaskan persoalan kepemilikan hak atas tanah warga transmigrasi.
” Ada sekitar 129.000 lahan yang bermasalah kepemilikannya ,ini tengah kami upaya selesaikan melalui program Transmigrasi Tuntas ” ujarnya.
Sementara itu, keluhan masyarakat terkait listrik,kesehatan dan pendidikan diserahkan oleh Menteri Transmigrasi kepada gubernur Sulteng ,Anwar Hafid serta Bupati Sigi, Rizal Intjenai untuk dicarikan solusinya
Selaku Gubernur, Anwar Hafid langsung merespon keluhan warga khususnya seputar masalah inftrastruktur jalan, listrik, jaringan komunikasi hingga kesehatan. Dirinya berjanji akan menindak lanjuti dengan mengoptimalkan program BERANi Menyala,BERANI Sehat, Berani Lancar serta BERANI Pintar.
” Masalah listrik kami upayakan untuk dapat tersambung aliran listriknya lewat program BERANI Menyala,begitu juga masalah kesehatan,ada program BERANI Sehat, pendidikan ada BERANI Pintar serta infrastruktur ada program BERANI Lancar ” ungkap mantan Anggota DPR RI Dapil Sulteng dari partai Demokrat ini.
Selain keluhan, warga juga menyampaikan keberhasilan petani Kopi di SP 1 trans tokelemo . Salah satunya disampaikan Jumiran, Warga Trans SP 1 yang telah berhasil mengolah kopi dari biji bijian menjadi seduhan kopi kelas dunia dengan mempergunakan nama lokal. Selaku petani Kopi,Tumiran merasa terbantu dengan hadirnya dua orang motivator sukarela yang berhasil membimbing dirinya dan beberapa kelompok tani dalam mengolah biji kopi.
” Alhamdulillah pak menteri, saya sudah bisa mengolah biji kopi menjadi produk jadi, dan punya brand sendiri, sekarang kami sudah mulai melayani pesanan luar daerah ” ujar Jumiran dihadapan Menteri transmigrasi dan rombongan.
Masih menurut Jumiran, saat ini hasil panennya bisa mencapai 300 Kg perbulan saat panen raya,sementara saat buah antara bisa mencapai 70-100 Kg perbulannya. Produksi kopi lokalnya saat ini telah tembus dipasaran nasional ,bahkan pihaknya kewalahan melayani pesanan antar pulau.
” Pasaranya sudah keluar pulau,ada pesanan dari medan, Kalimantan bahkan jawa.kami panen hampir tiap bulan, kalo panen raya bisa tembus 200-300 kilo kopi”ungkap Jumiran didepan Menteri Perdagangan ,Gubernur Sulteng dan Bupati Sigi.
Usai dialog, Menteri Transmigrasi bersama Gubernur Sulteng Anwar Hafid,Bupati Sigi Rizal Intjenai bersama rombongan berkesempatan meninjau lokasi pengolahan biji kopi serta memetik buah kopi dilokasi warga yang telah disiapkan.
Sekedar catatan, tanaman kopi di lokasi Transmigrasi Lembantongoa khususnya di dusun Tokelemo merupakan tanaman yang telah dibudidayakan petani sejak tahun 2014 silam. Pengadaan bibit kopi saat itu dikucurkan pemkab Sigi melalui dana aspirasi Anleg asal Palolo ,Torki Tura. Kemudian, tahun 2016, Torki Tura kembali mendistribusikan bibit kopi ke Tokelemo sejumlah 20.000 bibit robusta gratis kewarga, tujuannya agar transmigrasi dusun Tokelemo menjadi daerah penghasil kopi seperti saat ini.
” Iya,ini lalu pakai dana pokir sekitar Rp.1 milyar, saya bagi dua, Rp.300 juta untuk perencanaan pembangunan jalan dan jembatan, sisanya Rp.700 juta untuk pengadaan bibit lewat proses lelang ” pungkas mantan Anggota DPRD Sigi tersebut .***
Pewarta : Heru












