Palu,portalsulawesi.id- Pemerintah Kota Palu dibawah kepemimpinan Hidayat kembali membuat gebrakan, Pemerintah Kota Palu menggelontorkan anggaran sebesar Rp59 miliar untuk pembangunan jembatan V , jembatan yang kedepan diharapkan menjadi salah satu akses utama perlintasan lalu lintas yang menghubungkan Palu Barat dengan Palu Selatan dengan melintasi Sungai palu.
“Perencanaan pembangunan infrastruktur jembatan sudah dimulai sejak 2017 hingga 2018 ,kami telah melakukan pembebasan lahan masyarakat dan tahun ini adalah proses pembangunan,” kata Wali Kota Palu ,Hidayat di acara peletakan batu pertama pembangunan jembatan Palu V di Kelurahan Nunu, Palu, Rabu.(10/7/2019).
Pembangunan jembatan palu V direncanakan memakan waktu 180 hari sejak peletakan batu pertama,harapan walikota palu pekerjaan jembatan yang diberi nama jembatan lalove (seruling,dalam Bahasa kaili,Red) ini tepat Waktu.
Menurut Wali Kota, jembatan menjadi kebutuhan masyarakat saat ini, selain memudahkan akses trasportasi dari dan menujuh wilayah barat-timur, juga merupakan upaya pemerintah setempat mengurai kemacetan kota.
Hidayat menjelaskan, pascagempa, tsunami dan likuefaksi melanda Palu, justru tingkat kepadatan kendaraan semakin bertambah apalagi jalur logistik yang membentang sekitar 7,2 kilometer di kawasan pesisir Teluk Palu ikut hancur termasuk jembatan Palu IV sebagai maskot Ibu Kota Provinsi Sulteng sehingga dilakukan pengalihan jalur ke dalam kota.
“Sebelum bencana tingkat kepadatan kendaraan cukup tinggi, sehingga sejumlah ruas jalan dalam kota di waktu-waktu tertentu terjadi kemacetan. Olehnya pemerintah mengambil langkah membangun jembatan gunah memecah tumpukan kendaraan,” Jelas Hidayat.
Dia berharap, pembangunan infrastruktur jembatan Palu V harus dikerjakan secara profesional dan wajib bagi pelaksana memperhatikan kualitas serta mempertimbangkan sisi estetika.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu Iskandar Arsyad menambahkan, secara teknis pembanguan jembatan Palu V sangat sederhana dan tentunya tetap memperhatikan sisi kualitas konstruksi karena pemanfaatakn infrastruktur tersebut untuk kebutuhan jangka panjang.
“Konstruksinya mengacu pada aspek-aspek kegempaan, artinya jebatan Palu V sudah di rancang khsus tahan gempa karena wilayah pembangunan invrastruktur ini masuk dalam zona tiga yang koefien gempanya 1,5 pada Skala Richter per hari,” kata Iskandar.
Jembatan yang baru dibangun menyeberangi sungai Palu memiliki panjang sekitar 100 meter lebih dengan tinggi dari permukaan air sekitar enam meter.***
Penulis : Afdal













