Donggala,Portalsulawesi.id — Jembatan penghubung antara Dusun 3 Simbe dan Dusun 4 Bunto di Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, rusak berat setelah diterjang banjir bandang pada Senin, 7 Juli 2025. Akibatnya, aktivitas warga terganggu, terutama para nelayan dan pedagang yang mengandalkan jalur itu untuk mengangkut hasil tangkapan serta barang dagangan ke Kota Palu.
Untuk sementara, warga berinisiatif memperbaiki jembatan menggunakan bahan seadanya agar bisa dilalui kendaraan ringan. Namun konstruksi darurat itu belum mampu menahan beban berat. “Kami hanya bisa pasang papan dan bambu agar motor bisa lewat. Kalau mobil, tidak berani, takut ambruk,” kata seorang warga Dusun Bunto, Ahmad, kepada inisultan.com, Minggu, 5 Oktober 2025.
Kepala Desa Towale, Mohammad Subhan, menyebut jembatan tersebut memiliki peran vital bagi perekonomian warga. “Jembatan ini menjadi akses utama bagi nelayan yang mengangkut ikan roa ke Kota Palu. Selain itu, jalur ini juga dimanfaatkan pedagang menuju kawasan wisata seperti Pusat Laut dan Pantai Kaluku,” ujarnya.
Menurut Subhan, kerusakan jembatan itu telah menekan pergerakan ekonomi masyarakat. Banyak nelayan, kata dia, mengeluh karena pengiriman hasil tangkapan menjadi terhambat. “Rusaknya jembatan ini menjadi kendala fundamental bagi warga. Pendapatan mereka turun karena biaya transportasi meningkat,” katanya.
Pemerintah desa telah mengajukan proposal perbaikan ke Dinas Infrastruktur dan Konstruksi Sumber Daya Air (IKASDA) Kabupaten Donggala. Namun hingga kini belum ada tanggapan resmi dari instansi tersebut. “Kami berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi segera turun tangan. Jembatan ini urat nadi ekonomi masyarakat Towale,” tutur Subhan.(***)
Pewarta:Basrudin













