Donggala.Portal sulawesi
Banjir bandang yang melanda wilayah Dusun 2 dan 3 Desa sarombaya Kecamatan Banawa selatan sudah berangsur angsur surut,akan tetapi endapan lumpur ,hamparan sampah kayu serta puing puing bangunan warga yang terseret oleh derasnya arus banjir tiga hari lalu masih nampak berserakan,warga disekitar lokasi bencana pun sibuk berbenah untuk mengungsi ketempat yang lebih aman.
Banjir bandang yang disebabkan meluapnya air sungai Sarombaya akibat diguyur hujan didaerah pegunungan yang menyebabkan 18 Rumah rusak parah,12 Rumah terseret banjir dan luluh lantak hanyut,sebuah panti asuhan Miftahul khaerat Salurimi tergenang banjir dan endapan lumpur serta sarana posyandu rusak berat. Sekitar 80 kepala Keluarga didusun III terpaksa mengungsi ketempat yang lebih aman baik disekitar lokasi bencana maupun dirumah sanak famili didesa Sarombaya.
Gerusan Air bah bukan saja menyebabkan kerugian harta benda,juga berpotensi menyebabkan krisis kesehatan dikarenakan sejak banjir yang terjadi pada hari Selasa siang (12/9)telah memporak porandakan fasilitas kesehatan warga satu satunya didusun III Desa sarombaya,sehingga pelayanan kesehatan pasca banjir nyaris tidak ada,hal ini baru bisa terakomodir setelah memasuki hari ketiga Pasca Banjir.
Para Korban banjir mengeluhkan lambannya penanganan pemerintah Daerah Kabupaten Donggala pasca bencana banjir,Dapur Umum yang disiapkan di Desa Sarombaya hanya bisa mensuplay makanan dengan jumlah sangat terbatas,sementara para korban banjir bandang di dusun III hanya menerima 8 bungkus mie instan. Sementara bantuan lain seperti pakaian dan selimut serta asupan gizi serta susu buat Balita nyaris tidak ada.
Ditemui disela sela sisa bangunannya yang nyaris Roboh terseret air bah,salah seorang warga yang bernama herdiyanto menjelaskan dia sekeluarga hanya mengkonsumsi mie instan pemberian warga sejak bencana melanda,bantuan lain dari pemerintah belum satupun mereka terima.
“Cuma mie Instant murah ini yang diberikan kepada kami,kami terpaksa memasaknya dengan sisa sisa kayu yang dibawa banjir untuk mengganjal perut kami,kami berharap pemerintah bisa memberikan nama beras karena semua harta kami dibawa banjir “ pintanya memelas sambil menunjukkan kantongan berisi mie Instant.
Rombongan Bupati Donggala yang tiba di lokasi banjir membawa sejumlah bantuan ,Kasman Lassa selaku bupati yang didampingi Camat Banawa Selatan Kasmudin,KaKesbangpol Tafif,unsur Muspika serta beberapa Orang anggota DPRD Donggala bertatap muka dengan warga terdampak banjir bandang di Dusun III Desa Sarombaya.
Ada yang unik saat kedatangan Rombongan Bupati yang didampingi unsur Muspika,Bupati Donggala Kasman Lassa yang berkemeja Batik dengan sepatu Boot tampak digendong warga untuk menyebrangi badan sungai dangkal yang berlumpur,sementara beberapa pejabat rela menggulung celana panjang dan berbasah basahan untuk menuju lokasi paling kena dampak banjir bandang di Desa Sarombaya tersebut,Kontak saja gaya bupati yang digendong warga menjadi perhatian warga dilokasi Banjir sungai sarombaya.
Dalam kunjungannya Bupati Donggala Kasman Lassa memberikan bantuan berupa selimut,tikar alas tidur,bahan makanan ringan dalam kemasan serta obat obatan. Beliau juga melakukan peninjauan kebebrapa titik paling terkena dampak seperti ruang kelas belajar di Panti Asuhan Miftahul Khaerat Salurimi. Sekedar catatan warga yang rumahnya rusak parah bahkan ambruk dihantam banjir saat ini mengungsi diruang kelas belajar mengajar diPanti Asuhan Miftahul Kaerat ini ,beberapa karung beras milik panti asuhan juga lenyap diseret derasnya Arus banjir tiga hari lalu.
Kepada Media ini,Bupati Donggala Kasman Lassa menjelaskan Pemda Donggala menjadikan prioritas penanganan pasca Bencana didesa Sarombaya ini,beliau telah memerintahkan Kepala Keuangan Pemda Donggala untuk mengalokasikan dana Rp.1,5 Milyar untuk percepatan Pembangunan sarana Sosial di dusun III Desa Sarombaya,demikian pula dengan rumah warga yang Roboh serta Rusak parah disebakan bencana ini akan segera dibangun kembali setelah keputusan terkait keberadaan Dusun III di Desa Sarombaya ditetapkan,apakah kelak akan direlokasi atau diadakan pembenahan kembali perumahan masyarakat.
“Saya telah perintahkan dinas terkait untuk sesegera melakukan aksi penanggulangan pasca terjadinya banjir ini,Dinas kesehatan untuk kesehatan warga disini,Badan Lingkungan Hidup untuk penataan lingkungan serta Dinas Pekerjaan umum untuk infrastruktur serta Normalisasi Sungai,Dinas Pendidikan untuk proses belajar mengajar serta Badan Penanggulangan Bencana untuk antisipasi Dini terjadinya banjir susulan “ Ujar Kasman Lassa.
Salah seorang Warga bernama Tamin menyampaian kepada media ini mengatakan saat Bencana Banjir bandang melanda,bantuan yang paling pertama sampai di Lokasi banjir adalah dari komunitas motor Trail yang ada di Desa Sarombaya sendiri,para Bikers lokal ini menyuplai air bersih dan mie Instan untuk para korban banjir yang sempat terisolir akibat putusnya akses jalan penghubung Desa .













