Donggala,Portal Sulawesi.id – Pada hari Minggu, 11 Januari 2026 pukul 11.35 WITA, wilayah empat desa di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala – yaitu Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo – dilanda hujan deras yang berlangsung cukup lama. Curah hujan tinggi tersebut menyebabkan debit air sungai di sekitar lokasi meningkat drastis hingga meluap ke kawasan pemukiman.
Sebelum banjir terjadi, kondisi cuaca mulai menunjukkan tanda-tanda buruk sekitar pukul 10.00 WITA dengan awan gelap yang mengeras di atas wilayah tersebut. Hujan mulai turun dengan intensitas sedang pukul 10.45 WITA dan semakin menguat hingga menjadi hujan deras pukul 11.30 WITA. Tak lama kemudian, pada pukul 11.35 WITA, air sungai meluap dan segera menyebar ke permukiman warga.
Di Desa Wani 1, arus air yang kuat membawa tiga unit rumah warga hanyut. Warga yang melihat kondisi darurat tersebut segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi secara mandiri, baik ke rumah keluarga atau lokasi aman di sekitar desa.
Di Desa Wani 3, banjir menyebabkan satu unit rumah terdampak dan merusak pondasi jembatan penghubung Desa Wani 3 dengan Desa Labuan Kungguma. Akibat kerusakan tersebut, akses jalan antar kedua desa terputus total dan tidak dapat dilewati.
Sementara itu, data kerusakan di Desa Wani 2 dan Desa Wani Lumbumpetigo masih dalam proses pendataan oleh tim petugas.
Pada pukul 13.00 WITA, kejadian ini dilaporkan secara resmi ke PUSDALOPS BPBD Provinsi Sulawesi Tengah. Segera setelah menerima laporan, tim TRC dan PUSDALOPS BPBD Kabupaten Donggala serta Provinsi Sulteng melakukan kaji cepat dan assessment di lokasi kejadian, serta melakukan koordinasi untuk penanganan selanjutnya.
Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, menegaskan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) dan PUSDALOPS BPBD Kabupaten Donggala sudah berada di lokasi untuk melakukan kaji cepat.
“Kami terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan di lapangan. Saat ini, kebutuhan mendesak di lokasi adalah jembatan darurat untuk membuka akses yang terputus, serta bantuan logistik bagi warga yang mengungsi,” ujar Asbudianto dalam siaran pers resminya, Minggu siang
Sampai saat ini, air banjir belum surut dan warga tetap mengungsi secara mandiri. Belum ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kebutuhan mendesak berupa jembatan darurat dan logistik bantuan segera diperlukan untuk mendukung penanganan dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak.***
Pewarta : Ratu













