Donggala,Portalsulawesi.id — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem resmi mengganti pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Donggala. Moh. Taufik diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua DPRD Donggala dan posisinya digantikan oleh Moh. Yasin Lataka untuk sisa masa jabatan periode 2024–2029.
Pergantian itu tertuang dalam surat keputusan resmi DPP Partai NasDem yang saat ini tengah diproses secara administratif di lingkungan DPRD Donggala. Surat tersebut menjadi dasar formal perubahan komposisi pimpinan lembaga legislatif daerah, sekaligus menandai langkah konsolidasi internal partai di tingkat lokal.
Moh. Taufik mengonfirmasi langsung keputusan tersebut saat ditemui di Kantor DPRD Donggala, Rabu, 20 Februari 2026. Ia menyatakan telah menerima surat keputusan DPP NasDem yang menetapkan pemberhentiannya sekaligus menunjuk Moh. Yasin Lataka sebagai ketua baru. Meski mengakui keputusan itu tidak mudah diterima secara pribadi, Taufik menegaskan sikapnya untuk patuh terhadap mekanisme dan disiplin partai. “Saya tunduk dan menghormati keputusan partai sebagai bagian dari komitmen organisasi,” ujarnya.
Ia juga memastikan pergantian kepemimpinan tidak akan mengganggu stabilitas dan kinerja kelembagaan DPRD Donggala. Bahkan, Taufik menyatakan kesiapan memimpin langsung rapat paripurna pengumuman dan pengesahan ketua baru yang ditargetkan berlangsung dalam satu hingga dua pekan mendatang. Ia membantah keras spekulasi yang mengaitkan pergantian tersebut dengan konflik internal atau manuver politik tertentu. Menurut dia, seluruh proses berjalan sesuai mekanisme organisasi partai.
Sementara itu, Moh. Yasin Lataka mengaku terkejut atas penunjukan dirinya sebagai Ketua DPRD Donggala. Ia menyatakan siap mengemban amanah tersebut dan berkomitmen menjaga kesinambungan agenda kelembagaan, termasuk fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran. “Ini adalah amanah partai yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata Yasin.
Yasin menegaskan pergantian pimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang wajar dalam sistem politik kepartaian. Ia memastikan soliditas Fraksi NasDem di DPRD Donggala tetap terjaga dan tidak akan terpengaruh oleh perubahan struktur pimpinan. Fokus utama, kata dia, adalah memastikan DPRD tetap menjalankan fungsi representasi publik secara efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan terbitnya keputusan DPP NasDem, pergantian Ketua DPRD Donggala kini tinggal menunggu pengesahan melalui rapat paripurna. Transisi kepemimpinan ini menjadi ujian konsolidasi politik internal partai sekaligus indikator kematangan kelembagaan DPRD dalam menjaga stabilitas politik daerah di tengah dinamika kepemimpinan.(***)
Pewarta:Basrudin













