Palu, Portalsulawesi. Id – Operasi penggerebekan yang dilaksanakan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palu di Petobo dilokasi yang diduga sebagai arena sabung ayam di wilayah Kota Palu gagal menemukan pelaku perjudian.

Puluhan anggota Polisi yang dikerahkan hanya menemukan Arena judi ayam dan lapak para pedagang dilokasi yang kerap dipergunakan untuk Arena judi tersebut.
Operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Palu, Kombespol Deny Abrahams, S.H, S.I.K, M.H, bersama Kabid Propam Polda Sulteng, Roy Satya Putra, S.I.K, dan melibatkan 43 personel gabungan dari UKL 2, Propam Polda Sulteng, Resmob Polresta Palu, serta Tim Jaguar Polresta Palu ini diduga “bocor”, sehingga tidak membuahkan hasil.
Padahal, sebelum bergerak ke lokasi sasaran, tim gabungan melaksanakan apel di Lapangan Mapolresta Palu pada pukul 22.30 WITA. Setelah apel, seluruh handphone personel dikumpulkan oleh Kasipropam Polresta Palu guna menjaga kerahasiaan operasi. Pasukan kemudian diberangkatkan menggunakan 2 unit truk logistik dan Sat Samapta, 5 unit kendaraan roda empat, serta 10 unit kendaraan roda dua milik personel Tim Jaguar.
Setibanya di lokasi pada pukul 23.20 WITA, tim hanya menemukan bangunan lapak penjual dan arena sabung ayam yang seluruhnya terbuat dari kayu. Sayangnya, tidak ditemukan aktivitas perjudian maupun orang yang berada di tempat tersebut. Upaya penyisiran oleh personil polisi. Di sekitar lokasi perjudian tidak membuahkan hasil .
Kapolresta Palu, Kombespol Deny Abrahams, menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menekan angka perjudian di Kota Palu, terutama selama bulan Ramadan.
“Kami menindaklanjuti laporan masyarakat dan informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya aktivitas sabung ayam di lokasi ini. Ke depan, kami akan terus meningkatkan pengawasan dan operasi serupa untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Lewat tengah malam, tim gabungan kembali ke Mako Polresta Palu untuk melaksanakan apel konsolidasi.
Menurut sumber terpercaya media ini, kegagalan operasi penggerebekan semalam dikarenakan adanya kebocoran informasi yang diterima pengelola beberapa hari sebelumnya. Hal ini diduga adanya praktek beking- bekingan oknum aparat terhadap praktek perjudian tersebut, konon terbersit kabar jika dalam setiap kegiatan judi ada potongan yang dikumpulkan untuk “jatah setoran”.
” Lokasi perjudian di Petobo ini sudah lama dikenal, pengelolanya bukan orang baru, berteman juga dengan aparat, jadi kalo mau digrebek torang sudah di kase info sebelumnya , nanti aman baru maen lagi ” Ujar sumber anonim media ini.
Dari penelusuran di lapangan, sejumlah nama disebut selaku koordinator dalam kegiatan perjudian tersebut diantaranya SP, BL, KH dan BAS. Mereka selain punya jaringan terhadap pencinta ketangkasan hewan ( adu ayam) juga berteman baik dengan aparat keamanan. ***
Pewarta : Heru












