Palu, Portalsulawesi.Id – Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur kota palu dan sekitarnya sejak Jumat siang ( 24/08/2024) hingga malam hari membuat sejumlah ruas jalan dan pemukiman terendam banjir, banjir terparah terjadi di beberapa kawasan pemukiman palu barat.
Air hujan bercampur dengan air selokan melimpah ruah menggenangi sejumlah besar ruas jalan dalam kota palu, air yang mengalir dalam drainase pun ikut meluap akibat debit air yang terus meningkat.
Banjir terparah terpantau dikawasan Palu barat diantaranya Kelurahan Boyaoge, Ujung,Kamonji,Donggala Kodi, Kampung Baru kecamatan Palu, hingga kelurahan Silae kecamatan Ulujadi Kota Palu.
Ketinggian air bahkan ada yang mencapai 60 cm , pemukiman warga terendam. Bahkan dikelurahan Donggala Kodi, Banjir telah menggenangi lantai dasar RS Anutapura milik Pemkot Palu, akibatnya sejumlah pasien yang tengah dirawat terpaksa di evakuasi kelokasi yang lebih aman.
Walikota Palu,Hadiyanto Rasyd dengan sejumlah pejabatnya tampak mengunjungi rumah sakit umum daerah Anutapura Palu. Pasukan Damkar Kota Palu dan Satpol PP dikerahkan untuk melakukan penyedotan air banjir yang menggenangi ruangan dilantai bawah RSUD milik Pemkot itu.
Sementara itu, kemacetan parah terjadi dipersimpangan jalan Imambonjol -Pangeran Diponegoro dengan Jalan KH.Agus Salim. Antrian mobil dan motor yang terjebak banjir tampak mengular, tidak sedikit kendaraan roda dua dan roda empat mengalami mati mesin dan mogok akibat terendam air .
Purnama,(38) salah satu warga Balaroa yang terjebak banjir disekitaran SPBU Imam Bonjol mengaku pasrah ketika kendaraan roda dua yang ditungganginya harus mati usai terendam banjir. ” Pasrah saya pak, motorku mati sudah, baru air sudah sampai di atas lutut ini ” ungkapnya lemas.
Taufan (46), warga pasar inpres yang kesehariannya berdagang klontong juga mengeluhkan luapan air hujan yang tertumpah dari drainase . Menurutnya, pemasangan beton pracetak ( U-Dith) pada beberapa proyek drainase juga menjadi salah satu penyebab banjir.
” Banjir ini terparah sejak bencana alam lima tahun lalu, kerugian masyarakat tidak sedikit ini ” ujar Taufan kepada media ini saat ditemui di lapaknya yang tergenang banjir.
Sebagian masyarakat yang terdampak banjir mengeluhkan pembangunan dalam kota palu yang konsepnya mengabaikan kelestarian alam dan terkesan asal kerja.
” Walikota membangun jalan dan Drainase terkadang mengabaikan konsep lingkungan, pohon ditebang, pakai drainase pracetak dan melakukan pengecoran sampai pada batang pohon dibahu jalan , inikan sama dengan menghilangkan daerah resapan air karena salah satu fungsi pohon pelindung di ruang milik jalan adalah mencegah banjir dengan menyerap air jika telah berlebihan ” ungkap Arman, salah satu alumni perguruan tinggi dikota palu.
” pembenahan saluran drainase dikota palu tidak maksimal dan terkesan asal kerja,dimna banyak Saluran drainase yg posisinya tidak konek dengan saluran lain membuat air justru jadi tersumbat dan terkesan serampangan pemasangannya * tambah Arman (35), warga Kamonji.
Menanggapi hal tersebut ,Kepala Dinas PU Kota Palu, Ir. Singgih Prasetyo mengakui jika kondisi Drainase dalam kota Palu memang bermasalah. hal ini diperparah dengan rendahnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, belum lagi pasca bencana 2018 banyak wilayah mengalami penurunan tanah ( Downlift).

.
” Itu hak masyarakat untuk menilai sperti itu. ,Tapi yang pasti sejak dulu kondisi drainase kita memang bermasalah dengan tingkat sedimentasi yang tinggi dan kesadaran menjaga kebersihan drainase yg rendah ” jelas Singgih Prasetya melalui Aplikasi WhastApp , Sabtu (24/08/2024).
Masih menurut Singgih, sejak gempa 2018 beberapa wilayah mengalami Downlift yang makin mnyulitkan sistem aliran di bagian outlet. Juga adanya perumahan2 baru yg tidak diiringi dengan penambahan kapasitas sistem drainase ,katanya
” Untuk pembenahan dibutuhkan sumberdaya yang sangat besar,
Mohon maaf kepada masyarakat jika sampai saat ini belum maksimal. Tapi semua pekerjaan dilakukan dengan pertimbangan pertimbangan penuh ” pungkas mantan Kepala Badan BPBD Kota Palu tersebut.***
Pewarta : Heru













