Donggala,Portalsulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Donggala menetapkan evaluasi kinerja enam bulan sebagai tolok ukur awal bagi seluruh kepala dinas yang baru dilantik. Penegasan itu disampaikan Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, saat pelantikan pejabat struktural pada 30 Januari 2026. Evaluasi difokuskan pada kesiapan perangkat daerah dalam menerjemahkan visi kepala daerah ke dalam program konkret dan berdampak langsung bagi pelayanan publik.
Kebijakan tersebut menjadi alarm kinerja bagi setiap organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Perikanan Kabupaten Donggala. Kepala Dinas Perikanan, Ali Assagaf, menyatakan pihaknya telah merumuskan sejumlah program prioritas sebagai fondasi pembangunan perikanan daerah. “Ada tiga fokus utama yang kami dorong, yakni pemberdayaan nelayan tangkap, penguatan pembudi daya ikan, serta pemberdayaan perempuan pengolah hasil perikanan,” ujar Ali, Rabu (6/2/2026).
Menurut dia, strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi pesisir dari hulu hingga hilir. Dalam jangka pendek enam bulan ke depan, dinas menargetkan percepatan pelayanan bagi masyarakat pesisir melalui skema penguatan sarana tangkap. Intervensi mencakup fasilitasi kapal nelayan sesuai kewenangan, mulai 0–3 gross ton (GT) pada level kabupaten, serta sinkronisasi program 5–30 GT dengan pemerintah provinsi dan pusat. Penyelarasan itu, kata Ali, akan dikonsolidasikan dengan agenda Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, guna memastikan dukungan lintas level pemerintahan.
Di sektor akuakultur, Donggala mulai menata basis produksi benur udang vaname melalui kerja sama dengan PT Larva Sulawesi. Ketersediaan benih lokal diproyeksikan menjadi indikator utama penguatan pembudi daya dari Surumana hingga Ogoamas. Selain itu, masyarakat pesisir juga diarahkan mengembangkan budi daya keramba jaring apung dengan komoditas unggulan seperti kerapu macan dan kakap merah–putih.
Untuk air tawar, dinas membangun sentra pembenihan nila dan mas, termasuk fasilitas penangkaran seluas 1,5 hektare di Desa Rano, Kecamatan Balesang. Infrastruktur tersebut diklaim menjadi fondasi integrasi produksi perikanan darat dan laut guna mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan Donggala.(***)
Pewarta:Basrudin













