Pos pemeriksaan kesehatan dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19 di pintu-pintu masuk wilayah kota Palu yang mulai dijalankan hari ini, secara umum berjalan kondusif dan lancar.
Hal ini disampaikan Wali kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si saat Press Conference di Posko Induk Satgas pemantauan dan pengendalian penyebaran Covid-19 (Virus Corona) Baruga Lapangan Vatulemo pada Senin, 13 April 2020.
“Pada hari ini kita sudah mulai pos pemeriksaan kesehatan. Secara umum saya sampaikan bahwa pelaksanaan operasional pos-pos tadi hampir tidak ada keluhan masyarakat yang antri. Saya dapat laporan justru mereka bersyukur adanya pemeriksaan kesehatan yang sangat ketat di pintu masuk kota Palu,” ungkapnya.
Wali kota mengatakan pos-pos yang dioperasionalkan hari ini baru empat lokasi dari enam lokasi yang ditetapkan antara lain yakni di bandara, perbatasan jalur darat kelurahan Watusampu, kelurahan Lambara atau depan kantor Camat Tawaeli, dan perbatasan jalur darat kelurahan Pantoloan.
Wali kota berkomitmen akan mengevaluasi secara total kekurangan-kekurangan yang terdapat di pos-pos tersebut bersama para penanggung jawab Pos Lapangan penanganan dan pencegahan Covid-19 di wilayah kota Palu.
“InsyaAllah malam ini kita akan benahi. Sehingga betul-betul hari demi hari, pemeriksaan di pintu masuk kota Palu, secara bertahap kita benahi,” katanya.
Wali kota menyatakan pihaknya belum mendapat laporan secara rinci terkait pelaksanaan pos pemeriksaan hari ini. Dikarenakan sampai pelaksanaan Press Conference tadi, pos pemeriksaan masih berjalan hingga pukul 22.00 Wita.
“Secara sepintas, saya dengar di pos perbatasan Lambara ada satu orang yang di rapid test. Begitupun di bandara, ada satu orang juga di rapid test,” lanjutnya.
Kembali Wali kota menyampaikan permohonan maaf atas nama Pemerintah dan masyarakat kota Palu kepada seluruh masyarakat yang masuk ke wilayah kota Palu, dikarenakan perjalanannya agak sedikit terganggu.
“Sekali lagi kami mohon maaf. Karena kita ingin betul-betul menjaga reaksi masyarakat kota Palu dalam menyikapi orang-orang yang masuk ke kota Palu. Sudah ada beberapa kasus, masyarakat kita menolak kedatangan mereka dan terpaksa dipulangkan,” jelasnya.
Oleh karena itu, katanya dengan adanya pos pemeriksaan kesehatan yang sangat ketat tersebut, masyarakat yang telah diperiksa akan menerima Kartu Kewaspadaan Kesehatan sebagai bukti telah diperiksa di pintu masuk kota Palu.
“Ini juga dimaksudkan untuk menjaga keselamatan masyarakat kota Palu, sehingga pemeriksaan kesehatan betul-betul kita lakukan secara ketat,” ujarnya.
Wali kota menyatakan dengan melihat kondisi hari ini, pihaknya berharap agar masyarakat yang akan masuk ke kota Palu menunda dulu perjalannya, apabila tidak terlalu penting. Ini dikarenakan banyaknya antrian yang terjadi.
“Tentunya ini menjadi evaluasi kita agar kedepan dilakukan perbaikan-perbaikan. Namun demikian, yang jelas keselamatan masyarakat kota Palu lebih kita utamakan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dari pada antrian-antrian yang begitu panjang,” tandasnya.
Dalam press conference tersebut, Wali kota didampingi Sekretaris Daerah kota Palu, H. Asri, SH, Ketua Tim Surveillance kota Palu, dr. Rochmat Jasin, Kadis Kesehatan kota Palu, dr. Husaema, dan pejabat lainnya.
Sumber : Humas dan Protokol Setda kota Palu.
















