Palu,. Portalsulawesi. id- Kandidat Calon Gubernur Sulawesi Tengah pada Pilkada 2024 mulai bermunculan, lobi lobi partai politik pun masif dilaksanakan untuk mendapatkan dukungan sebagai salah satu syarat dalam mengikuti kontestasi Pilgub.
Saat ini, Politisi senior Ahmad Ali dan Anwar Hafid yang secara terbuka telah melakukan safari politik dengan melakukan pendaftaran pada partai politik. Anwar Hafid menggandeng dr. Reny Lamadjido selalu Kader PKB untuk maju sepaket dalam Pilkada Sultemg 2024 mendatang, walau rekomendasi partai PKB belum jelas arah dukungannya.
Sementara itu, Waketum Nasdem Ahmad Ali telah mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Gubernur Sulteng kepada PKB dan PKS. Politisi senior Nasdem ini tampaknya masif melakukan safari politik dalam rangka menggalang dukungan untuk maju bertarung pada Pilgub Sulteng Oktober 2024 mendatang.
​
Selain dua politisi tersebut, ada Rusdi Mastura selaku Petahana,kemudian Iwan Lapatta mewakili Golkar, Muharram Nurdin kader PDI-P serta Hidayat Lamakarate yang memiliki KTA Partai Gerindra . Untuk meraih kemenangan pada Pilkada mendatang, sosok bakal calon wakil gubernur sangat menentukan kemenangan . Walau terpenuhinya syarat kuota kursi partai pendukung menjadi syarat mutlak untuk mendapatkan tiket bertarung pada perhelatan politik lima tahunan tersebut.
Kader Partai Keadilan Sejahtera, Sakinah Aljufri merupakan sosok politisi wanita yang mempunyai potensi untuk maju. Rekam jejaknya selalu senator di Senayan dan juga cucu Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri , pendiri Yayasan Al-Khairaat memperkuat posisi Politisi wanita tersebut.
Sebagai. kader Utama PKS, Posisi Sakinah Aljufri menjadi “Seksi” Mengingat jumlah kursi di pada DPRD Sultemg sebanyak 5 Kursi. Artinya, PKS bisa menjadi partai penentu terpenuhi tidaknya syarat dukungan kursi bagi bakal calon kandidat Gubernur dan wakil Gubernur pada Pilgub mendatang.
Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) di Sulteng, memiliki. Sebaran Perolehan kursi di DPRD Kabupaten Kota dan Provinsi yang lumayan kuat. Sebagai pemilik kuota kursi yang sangat berpotensi sebagai jalan “Tol” Menuju Pilkada, PKS juga merupakan salah satu partai yang memiliki solidaritas yang terpelihara dari pucuk hingga akar rumput.
Sakinah Aljufri secara pribadi telah siap ber kontestasi pada Pilkada Sulteng 2024 mendatang, baik selaku Bakal calon Gubernur atau Wakil. Gubernur baginya tidak ada masalah.
” Secara pribadi, saya siap maju bertarung di pilkada mendatang, baik diposisi Calon Gubernur atau Wakil Gubernur ” Ujar Sakinah Al-Jufrie saat ditemui di kediamannya, Senin ( 14/04/2024).
Posisi Sakinah Al-Jufrie selalu Kader Utama PKS dan juga salah satu unsur pengurus utama pada Salah satu sayap organisasi di Yayasan Alkhaeraaat yakni WIA ( Wanita Islam Alkhairaat) sangatlah memiliki nilai jual, potensi cucu Guru Tua ini secara otomatis menjadi magnit pemenangan pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng 2024.
Kepada media ini, Sakinah Aljufrie menegaskan bahwa partainya tidak sekedar menjadi tim hore hore dalam pilkada mendatang. Sehingga posisi tawar yang sangat memungkinkan dilakukan partainya adalah menempatkan kadernya sebagai orang yang akan ikut bertarung.
” Di propinsi kami memiliki 5 Kursi, dikota Palu juga ada 5 kursi, di kabupaten lain juga tetap ada kursi, artinya kami memiliki kekuatan dan potensi sebagai penentu bagi bakal calon yang akan maju, kami tidak mungkin diposisi sebagai tim hore hore, sekedar pelengkap ” Ujarnya.
Sakinah Aljufrie sangat berpotensi menjadi kuda hitam pada percaturan politik di pilgub Sulteng mendatang, posisinya yang strategis sebagai kader partai yang memiliki suara cukup sangat berpotensi mengoalkan koalisi partai politik dalam memenuhi batas ambang kursi partai pendukung.
Masih menurut Sakinah Aljufrie, dirinya siap menjalankan amanat partai jika kelak ditunjuk selaku kandidat yang maju bertarung pada Pilgub mendatang. ” Saya siap lahir batin maju, saya tegak lurus terhadap perintah partai ” Tutupnya.
Untuk maju bertarung di Pilgub 2024, Calon Kandidat wajib memiliki dukungan 20 persen suara dari Jumlah anggota DPRD setempat,artinya dibutuhkan minimal 11 kursi untuk bisa berkontestasi dalam pilkada mendatang.***
Pewarta : Heru
















