Wali kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si menghadiri silaturahmi bersama masyarakat kabupaten Buol yang berdomisili di kecamatan Palu Utara, Tawaeli, dan kecamatan Mantikulore pada Kamis, 6 Februari 2020 bertempat di Sekretariat Kerukunan Keluarga Buol di kelurahan Mamboro.
Kegiatan yang dihadiri langsung Ketua Harian pengurus pusat Ikatan Keluarga Indonesia Buol (IKIB) ini sebagai ajang silaturahmi antar masyarakat Buol bersama Wali kota Palu.
Dalam sambutannya, Wali kota menyampaikan bahwa kehadirannya di tengah-tengah masyarakat Buol di kota Palu ini merupakan suatu penghargaan bagi dirinya, apalagi memang hubungan kekeluargaan antara Buol dan Kaili sangat erat.
Selain itu, Wali kota menyatakan bahwa musibah Gempa, Tsunami, dan Likuefaksi yang melanda kota Palu dan sekitarnya pada 28 September 2018 silam merupakan ujian bagi seluruh masyarakat.
“Alhamdulillah atas berkat kerja sama dan doa kita semua, Palu ini sudah sangat kondusif. Tidak mungkin Pemerintah sendiri yang melakukannya, namun juga masyarakat bekerja sama,” ungkapnya.
Wali kota mengatakan bahwa Pemerintah Kota Palu di bawah kepemimpinannya ingin membangun budaya yang berbasis nilai di kota Palu. Nilai yang dimaksud adalah nilai toleransi, kekeluargaan, dan kegotongroyongan.
Menurut Wali kota, ketiga nilai tersebut harus dirawat dan dijaga oleh agama dan adat, karena kalau tidak, maka konflik yang berkepanjangan antar daerah di kota Palu akan terus terjadi seperti beberapa tahun silam.
“Nilai-nilai ini harus dirawat dan dijaga. Alhamdulillah jalinan silaturahmi terus dibangun oleh keluarga Buol. Kalau ini ditingkatkan, pasti kita akan saling kenal dan tidak ada pertikaian antar daerah,” katanya.
Selanjutnya, Wali kota juga berkomitmen untuk membangun kota Palu yang dilandasi iman dan taqwa melalui program penambahan jam pelajaran agama atau Baca Tulis Qur’an (BTQ) baik di tingkat SD maupun SMP, sehingga kedepan kota Palu akan menjadi gudangnya Qori-qoriah.
“Saya minta Kadis Pendidikan untuk memilih siswa terbaik di program BTQ, karena selanjutnya yang terbaik itu kita akan kirim sekitar 20-30 orang untuk belajar di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Jawa Timur. Sehingga mereka itulah yang akan menjadi kader Qori-qoriah di kota Palu,” jelasnya.
Sumber : Humas dan Protokol Setda kota Palu













