Donggala,Portalsulawesi.id- Pemerintah Kabupaten Donggala mengakselerasi program ketahanan pangan dengan memprioritaskan pengembangan komoditas padi dan jagung sebagai instrumen utama menekan angka kemiskinan. Kebijakan ini dijalankan melalui Dinas Pertanian setempat, sejalan dengan agenda pemerintah pusat dalam memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Kepala Dinas Pertanian Donggala, Anhar, mengatakan fokus pembangunan sektor pertanian saat ini diarahkan pada optimalisasi produksi melalui intensifikasi dan perluasan areal tanam. “Kami mendorong peningkatan indeks pertanaman. Jika sebelumnya petani hanya panen satu kali dalam setahun, kini ditargetkan meningkat menjadi dua hingga tiga kali panen,” ujar Anhar.,(26/04/2026).
Selain peningkatan frekuensi panen, pemerintah daerah juga menargetkan lonjakan produktivitas. Produksi yang sebelumnya berkisar dua hingga tiga ton per hektare diupayakan meningkat melalui intervensi teknologi pertanian, penyediaan sarana produksi, serta pendampingan teknis bagi petani.
Strategi lain yang ditempuh adalah ekspansi lahan, khususnya untuk komoditas jagung. Dari luas tanam sekitar 12 ribu hektare saat ini, Pemkab Donggala menargetkan peningkatan menjadi 20 hingga 25 ribu hektare dalam beberapa tahun ke depan. Sementara untuk padi, Dinas Pertanian melakukan pendataan ulang terhadap lahan sawah yang tidak produktif untuk diaktifkan kembali melalui dukungan program pemerintah.
Data sementara menunjukkan luas lahan sawah produktif di Donggala mencapai sekitar 9.400 hektare.
Pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan lahan tidur guna meningkatkan total produksi. Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas pasokan pangan daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pemkab Donggala meyakini, penguatan sektor pertanian berbasis komoditas unggulan tersebut akan menjadi pengungkit utama dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran, khususnya di wilayah pedesaan yang bergantung pada sektor agraris.(***)
Pewarta : Basrudin
