PortalSulawesi.ID
No Result
View All Result
Rabu, Mei 13, 2026
  • Login
  • News
    • Dunia
    • Hukum Kriminal
    • Pendidikan
    • Parlementaria
    • Politik
    • Olahraga
  • Regional
  • Ekonomi Bisnis
  • Liputan Khusus
  • Sulteng
    • Banggai
    • Banggai Kepulauan
    • Banggai Laut
    • Buol
    • Donggala
    • Morowali
    • Morowali Utara
    • Palu
    • Parigi Moutong
    • Poso
    • Sigi
    • Tojo Una-una
    • Toli Toli
  • Investigasi
  • TNI Polri
  • Podcasts
Subscribe
PortalSulawesi.ID
  • News
    • Dunia
    • Hukum Kriminal
    • Pendidikan
    • Parlementaria
    • Politik
    • Olahraga
  • Regional
  • Ekonomi Bisnis
  • Liputan Khusus
  • Sulteng
    • Banggai
    • Banggai Kepulauan
    • Banggai Laut
    • Buol
    • Donggala
    • Morowali
    • Morowali Utara
    • Palu
    • Parigi Moutong
    • Poso
    • Sigi
    • Tojo Una-una
    • Toli Toli
  • Investigasi
  • TNI Polri
  • Podcasts
No Result
View All Result
PortalSulawesi.ID
No Result
View All Result
Home Sulteng Donggala

Komisi II DPRD Donggala Soroti Anomali PAD Pariwisata

by Meja Redaksi
23 April 2026
in Donggala, Dunia, News, Parlementaria, Sulteng
0
Komisi II DPRD Donggala Soroti Anomali PAD Pariwisata
Share on FacebookShare on Twitter

Donggala,Portalsulawesi.id-  Lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Donggala tidak berbanding lurus dengan penerimaan daerah. Komisi II DPRD Donggala menilai capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sebesar Rp45,44 juta, di tengah kunjungan 25.842 wisatawan, sebagai kondisi yang janggal dan perlu ditelusuri.

Ketua Komisi II DPRD Donggala, Alex Liem, mengatakan ketimpangan antara jumlah kunjungan dan realisasi PAD tersebut sulit diterima secara rasional. “Dengan angka kunjungan sebesar itu, capaian pendapatan hanya sekitar Rp45 juta tentu memunculkan tanda tanya,” ujar Alex, Kamis, (23 /04/2026).

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa angka tersebut kemungkinan hanya merepresentasikan pendapatan yang tercatat di Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif (Disparbudekraf), bukan keseluruhan perputaran ekonomi sektor pariwisata.

Dalam pembahasan anggaran sebelumnya, kata Alex, DPRD memang tidak memasang target PAD pariwisata secara agresif. Pertimbangan itu didasarkan pada capaian tahun sebelumnya serta implikasinya terhadap struktur belanja daerah. “Penetapan target harus realistis karena berdampak pada belanja. Namun, kondisi saat ini tetap membutuhkan evaluasi menyeluruh,” katanya.

Komisi II, lanjut dia, akan menindaklanjuti persoalan tersebut melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Disparbudekraf. DPRD ingin memastikan tidak ada ketidaksesuaian antara data kunjungan dan pendapatan yang berpotensi mengindikasikan kebocoran.

“Jika terdapat selisih yang signifikan, maka patut diduga ada kebocoran yang harus segera diidentifikasi,” ujar Alex.

Hingga triwulan pertama tahun anggaran 2026, Komisi II belum melakukan evaluasi komprehensif terhadap sektor ini. DPRD masih menunggu momentum sesuai agenda kerja, termasuk menjelang pembahasan perubahan anggaran. Namun, temuan awal ini disebut akan menjadi bahan krusial dalam pembahasan lanjutan.

Alex juga menyoroti belum adanya regulasi yang mengatur kontribusi PAD dari destinasi wisata yang dikelola desa dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Menurut dia, DPRD masih menunggu inisiatif dari pihak eksekutif untuk mengajukan rancangan peraturan daerah.

“Kami siap membahas jika ada usulan perda. Sejauh ini belum ada pembahasan serius dari pihak eksekutif,” ujarnya.

Selain aspek regulasi, sistem pemungutan retribusi yang masih manual dinilai menjadi titik rawan. Di tengah tingginya mobilitas wisatawan, DPRD mendorong percepatan digitalisasi untuk menutup celah penyimpangan.

“Digitalisasi menjadi langkah mendesak agar potensi kebocoran bisa diminimalkan,” kata Alex.

Keterbatasan data juga menjadi kendala dalam fungsi pengawasan. DPRD, kata dia, belum memiliki pembanding komprehensif antara jumlah kunjungan di destinasi milik pemerintah daerah dan non-pemerintah. “Tanpa data yang utuh, pengawasan tidak akan optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, tingginya minat wisatawan terhadap destinasi yang dikelola desa dapat menjadi indikator lemahnya daya saing objek wisata milik pemerintah daerah. Hal ini, menurut Alex, harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik destinasi.

Meski demikian, mekanisme pengawasan DPRD disebut tetap berjalan melalui instrumen formal, seperti pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepala daerah dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), termasuk melalui pembentukan panitia khusus (pansus) dan verifikasi lapangan.

Ke depan, Komisi II menegaskan komitmennya mendorong sektor pariwisata Donggala menjadi lebih kompetitif dan berkontribusi signifikan terhadap PAD.

“Penguatan sektor pariwisata bukan hanya tanggung jawab Komisi II, tetapi seluruh DPRD bersama pemerintah daerah. Targetnya, Donggala mampu menjadi destinasi unggulan yang berdaya saing hingga tingkat internasional,” kata Alex.(***)

Pewarta:Basrudin

 

Tags: dinas pariwisata kab.donggalaDPR RIDprd kabupaten donggalaKomisi II DPRD Donggala Soroti Anomali PAD Pariwisatapemkab donggala
Share61Tweet38
Previous Post

DPRD Donggala Akselerasi Ranperda Perizinan Berusaha, Tekankan Reformasi Layanan Berbasis Risiko

Next Post

Distan Donggala Siapkan Alsintan Modern untuk Dongkrak Produktivitas Petani

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Beroperasi Tanpa RKAB, PT. Kaltim Khatulistiwa Disegel Penyidik Pidsus Kejati Sulteng

1 Mei 2026
Peras Pelaku Penipuan Online ,5 Anggota Ditressiber di Periksa Propam Polda Sulteng

Peras Pelaku Penipuan Online ,5 Anggota Ditressiber di Periksa Propam Polda Sulteng

29 April 2026
Buka Kesempatan, Polda Sulteng Buka Rekrutmen Polri TA 2026 – Daftar Gratis hingga 30 Maret

Buka Kesempatan, Polda Sulteng Buka Rekrutmen Polri TA 2026 – Daftar Gratis hingga 30 Maret

11 Maret 2026
Panen Raya Sojol, Donggala Jaga Pangan

Panen Raya Sojol, Donggala Jaga Pangan

15 April 2026
Polemik Mobnas Alphard , Dipinjam Kejati Sulteng Hingga Dibeli Tanpa Lewat Pembahasan di Banggar DPRD Morowali

Polemik Mobnas Alphard , Dipinjam Kejati Sulteng Hingga Dibeli Tanpa Lewat Pembahasan di Banggar DPRD Morowali

Lubang Pada Ruas Jalan Nasional Wilayah Sulteng Tewaskan Warga

Lubang Pada Ruas Jalan Nasional Wilayah Sulteng Tewaskan Warga

Pansel Tetapkan Tiga Besar Calon Pimpinan Lima OPD Donggala

Pansel Tetapkan Tiga Besar Calon Pimpinan Lima OPD Donggala

Fenomena Gas LPG 3 Kg, Pemerintah Klaim Stok Aman, Faktanya Langka dan Harga Selangit

Fenomena Gas LPG 3 Kg, Pemerintah Klaim Stok Aman, Faktanya Langka dan Harga Selangit

Skandal Dugaan Perselingkuhan ASN Mengemuka, Rumah Tangga 21 Tahun Berujung Gugatan Cerai

Skandal Dugaan Perselingkuhan ASN Mengemuka, Rumah Tangga 21 Tahun Berujung Gugatan Cerai

12 Mei 2026
Donggala Perkuat Ekonomi Biru, Capaian 70 Persen

Donggala Perkuat Ekonomi Biru, Capaian 70 Persen

6 Mei 2026
Donggala Matangkan Budikdamber Vaname untuk Keluarga Rentan

Donggala Matangkan Budikdamber Vaname untuk Keluarga Rentan

6 Mei 2026
Distribusi Ikan untuk Tekan Stunting, Donggala Sasar 192 Keluarga Rentan

Distribusi Ikan untuk Tekan Stunting, Donggala Sasar 192 Keluarga Rentan

5 Mei 2026
PortalSulawesi.ID

© 2017- 2026 PortalSulawesi.ID - Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

  • Mou
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
    • Dunia
    • Hukum Kriminal
    • Pendidikan
    • Parlementaria
    • Politik
    • Olahraga
  • Regional
  • Ekonomi Bisnis
  • Liputan Khusus
  • Sulteng
    • Banggai
    • Banggai Kepulauan
    • Banggai Laut
    • Buol
    • Donggala
    • Morowali
    • Morowali Utara
    • Palu
    • Parigi Moutong
    • Poso
    • Sigi
    • Tojo Una-una
    • Toli Toli
  • Investigasi
  • TNI Polri
  • Podcasts

© 2017- 2026 PortalSulawesi.ID - Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani