Donggala,Portalsulawesi.id- Dinas Perikanan Kabupaten Donggala kembali menggulirkan program intervensi gizi berbasis pangan lokal dengan menyalurkan bantuan ikan segar dan olahan perikanan kepada masyarakat berisiko stunting. Sebanyak 576 kilogram ikan segar dan 384 paket olahan perikanan didistribusikan kepada 192 keluarga di dua kelurahan, yakni Gunung Bale dan Maleni, Kecamatan Banawa, Selasa, (05/05/2026).
Rinciannya, sebanyak 225 kilogram ikan segar dan ratusan paket olahan perikanan disalurkan kepada 75 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Gunung Bale. Sementara itu, di Kelurahan Maleni, bantuan mencapai 351 kilogram ikan segar beserta ratusan paket olahan perikanan untuk 117 KK. Program ini menyasar keluarga yang masuk kategori rentan stunting dan kemiskinan ekstrem.
Penyaluran bantuan tersebut secara resmi dibuka oleh Camat Banawa, Mohmmad Reza. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi langkah Dinas Perikanan Donggala yang menjadikan wilayahnya sebagai lokus intervensi penanganan stunting. “Kami sangat mengapresiasi karena Kelurahan Gunung Bale menjadi salah satu sasaran program ini. Harapannya, kegiatan seperti ini berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ali Assegaf, mengatakan program ini merupakan bagian dari strategi konvergensi penanganan stunting melalui peningkatan konsumsi protein hewani. Menurut dia, kandungan omega-3 dalam ikan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya pada fase 1.000 hari pertama kehidupan.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Donggala menargetkan penurunan angka keluarga berisiko stunting secara bertahap, sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem. Selain itu, intervensi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan konsumsi ikan masyarakat sebagai bagian dari indikator kinerja daerah.
“Melalui program ini, kami menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 15,5 persen, penurunan angka kemiskinan ekstrem menjadi 10,3 persen, serta peningkatan konsumsi ikan per kapita mencapai 61,62 kilogram pada 2026,” kata Ali.(***)
Pewarta:Basrudin











