Buol,Portalsulawesi.Id – Sepuluh hari pasca Polda Sulteng mengamankan 22 unit alat berat jenis excavator didesa Bodi Kecamatan Paleleh Barat Kabupaten Buol, lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin diwilayah tersebut kembali menggeliat.
Tim Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tengah yang dipimpin Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulteng, Kompol Karel A. Paeh pada Kamis ( 20/08/2026) berhasil mengamankan 22 alat berat yang diduga dipergunakan dilokasi tambang emas tanpa izin didesa Bodi.
Dalam keterangannya mengatakan, pengecekan dilakukan pada Kamis (20/08/2026) setelah menerima informasi terkait dugaan aktivitas PETI di wilayah tersebut. Namun, saat tiba di lokasi yang menjadi sasaran pengecekan, petugas tidak menemukan adanya aktivitas penambangan emas yang sedang berlangsung.
“Tim kemudian memperluas penyisiran dengan menyusuri sejumlah akses jalan perkebunan warga. Dari hasil penyisiran itu, petugas menemukan puluhan alat berat dari berbagai merek yang berada di beberapa titik dalam kondisi tidak beroperasi,” ucap Karel Phae seperti dirilis humas Polda Sulteng beberapa waktu lalu.
Sayangnya , tepat seminggu pasca di tertibkan Polisi, aktifitas tambang di beberapa wilayah kabupaten Buol khususnya di desa Bodi dan Sungai Tabong Kecamatan Kokobuka kembali menggeliat.
Pantauan media ini , sejumlah alat yang lolos dari pantauan tim gabungan Polda Sulteng dan Polres Buol dihutan desa Bodi kembali bekerja mengeruk perut bumi mendulang emas. Hal ini memicu spekulasi liar akan keseriusan penyelidikan kegiatan pertambangan emas tanpa izin di kabupaten Buol, apakah serius ataukah hanya gertak sambal untuk menaikkan nilai tawar uang setoran koordinasi.
” Tetap ada kegiatan , sudah aman Torang kerja ” ungkap Sumber terpercaya yang menjadi penghubung antar pemodal dan pekerja lapangan , Jumat ( 28/08/2026).
Ditengah hutan desa Bodi,tampak beberapa eksavator tengah sibuk lembur bekerja mengeruk perut bumi dengan penerangan alakadarnya.
Diberitakan sebelumnya, media ini melansir sejumlah nama pemodal dan pemilik alat berat di desa Bodi yang diduga kuat melakukan aktivitas pertambangan emas tanpa izin ( PETI). Bahkan terbaru dikabarkan jika kepala desa Bodi diduga menerima uang koordinasi dengan jumlah puluhan juta rupiah dari para pemilik alat berat dan pemodal.

” Kades Bodi diduga ada terima transferan dari pemain tambang emas, ada bukti tranfer puluhan juta ke Kades ” ungkap sumber kepada media ini sembari menyodorkan bukti tranfer uang pada rekening bank pemerintah.
Dalam bukti tranfer yang diterima redaksi ini, tampak beberapa slip setoran dari sebuah aplikasi perbankan dengan nilai bervariatif mulai dari Rp.5 juta hingga puluhan juta rupiah. Tampak nama pengirim atas nama Mustari Sappe dengan tujuan rekening atas nama Arianto Im Usia.
Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, M.M. saat dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait aliran dana yang masuk ke rekening pribadi Kades Bodi, Arianto Im Usia.
Selaku Bupati ,dirinya telah memerintahkan jajaran inspektorat untuk melakukan pemeriksaan khusus terhadap kepala desa Bodi.
” Saya perintahkan proses,periksa oknumnya ” ujar kader politisi PKB ini.
Upaya untuk mengkonfirmasi Kades Bodi tidak membuahkan hasil, pesan terkirim tetapi tidak direspon.
Hasil penelusuran media ini dilapangan , sejumlah nama disebut memiliki alat berat yang diduga kuat menjalankan aktifitas pengerukan material yang mengandung emas di desa Bodi.
Para pemodal diduga berasal dari luar propinsi Sulawesi Tengah , ada dari Propinsi Gorontalo, ada juga dari Kendari bahkan Kalimantan timur.
” Ada Nama Jamal, Wendi juga Matong ” ungkap sumber media ini.
Sejumlah alat berat ditemukan disekitar Desa Bodi misalnya dilokasi Mahuhulo ditemukan dua alat milik Akbar , di Lomuli ada 2 alat milik Mustari, 2 alat milik Salam dan 1 alat milik Lut. Kemudian dilokasi Beringin ada Eksavator milik Jamal sejumlah 5 unit,Adam 2 unit dan selebihnya diduga kuat milik inisial DD,AW,PENG,ASR dan MM sebanyak 1 unit.
Sedangkan dilokasi Batu Topi, ada eksavator diduga milik Mas Tang dan Roni.
Bahkan, konon dikabarkan ada 2 alat yang dioperasikan diduga merupakan milik kolega Bupati Buol serta tokoh politisi lokal berinisial KSI alias MT.
Publik berharap Polisi serius dalam menangani kasus PETI di Buol,bukan sekedar gertak sambal sembari negosiasi dengan pemodal dan pemilik alat, bukan sekedar diperiksa dan dilepaskan dengan alasan tidak cukup bukti. ***
Pewarta : Heru











