Donggala,Portalsulawesi.id- Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Donggala terus digencarkan melalui pendekatan langsung ke wilayah berisiko tinggi. Di Desa Lumbulama, Kecamatan Banawa Selatan,(28/04/2026).
Distribusi ikan segar dan olahan menjadi tantangan tersendiri lantaran harus menembus medan pegunungan dengan ketinggian sekitar 2.000 kaki di atas permukaan laut.
Di tengah keterbatasan akses dan kondisi geografis yang ekstrem, Dinas Perikanan Kabupaten Donggala tetap menyalurkan bantuan ikan segar dan produk olahan berbasis ikan kepada 195 kepala keluarga. Langkah ini merupakan bagian dari intervensi gizi spesifik yang difokuskan pada pemenuhan asupan protein hewani guna menekan prevalensi stunting di wilayah dengan kerentanan tinggi.
Proses distribusi tidak berjalan mudah. Tim harus melintasi jalur terjal dan menanjak, dengan sebagian ruas jalan masih berupa lintasan berbatu yang rawan dilalui kendaraan. Waktu tempuh menuju lokasi berkisar antara tiga hingga lima jam, dengan membawa muatan ikan segar yang membutuhkan penanganan khusus agar tetap layak konsumsi saat tiba di tujuan.
Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ali Assagaf, mengatakan Desa Lumbulama masuk dalam kategori wilayah prioritas berdasarkan data program percepatan penurunan stunting. Menurut dia, intervensi berbasis protein hewani dinilai efektif dalam memperbaiki status gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Setiap keluarga menerima sekitar tiga kilogram ikan segar sebagai bagian dari dukungan pemenuhan kebutuhan gizi harian. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus menjangkau wilayah terpencil, memastikan akses terhadap pangan bergizi merata, serta mendorong lahirnya generasi yang sehat dan bebas stunting.(***)
Pewarta:Basrudin












