Buol, Portalsulawesi.Id- Sejak memasuki bulan suci Ramadhan 1445 H/2024 Masehi, harga gas Elpiji 3 Kg semakin meroket, kelangkaan gas melon yang dibarengi permainan spekulan pangkalan membuat gas subsidi pemerintah ini beranjak naik tak terkendali.
Warga Kabupaten Buol nyaris setiap hari berteriak baik dimedsos maupun dipasar umum terkait makin langkanya Gas Melon tersebut, jika adapun harganya melebihi Harga Eceran Tertinggi ( HET) yakni kisaran Rp.45.000 hingga Rp.75.000/ Tabung.
Pangkalan Gas Elpiji yang ada hanya memajang tumpukan tabung gas kosong dengan tulisan didepan ” GAS HABIS” , sementara disebagian tempat dapat dijumpai tabung Gas Elpiji 3 Kg dengan Harga Fantastis.
“Di wilayah Kota Buol sekarang sangat sulit gas dengan harga bisa sampai Rp 50.000 per tabung dari para pengecer, di agen langsung habis cuma ada di pengecer,” ungkap Riansyah (27) warga Kelurahan Kali (20/03/2024).
“Bahkan dua hari lalu Saya tidak dapat gas sama sekali hingga besok harinya, malam kami sahur terpaksa menumpang masak di rumah kerabat akibat tidak kebagian gas,” keluhnya lagi.
Berbeda dengan Taufik (32), warga Kecamatan Bunobogu yang berjarak lebih dari 30 km dari pusat Kota Buol ini harus menebus elpiji 3 kg seharga 80 ribu saat puncak kelangkaan elpiji sejak minggu pertama bulan Ramadan.
“Kami tidak mau menyebut nama, tapi silahkan ditelusuri di wilayah sini bahkan ada pengecer liar yang menjual hingga lebih dari Rp75.000 per tabung, ini sudah lebih mahal dari gas 5,5 kg,” terang Taufik (20/03/2024).
Berdasarkan penelusuran media ini, menurut managemen PT. Kaili Jaya Buol, Harga Eceran Tertinggi ( HET) gas elpiji 3 kg atau gas melon bersubsidi di Kabupaten Buol seharusnya cukup terjangkau di angka Rp24.800 per tabung.
“Harga jual agen penyaluran ke pangkalan yaitu Rp24.800 dan ini sudah ada Pergub-nya,” ungkap salah satu managemen PT. Kaili Jaya Buol agen penyalur LPG di Kabupaten Buol kepada media.
Sementara itu, Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Buol , Ir. Surianto Djumiran menjelaskan bahwa kelangkaan Gas Elpiji Subsidi dan harga yang melonjak tak terkendali disebabkan oleh spekulan dan pedagang gas yang sengaja menaikkan harga semaunya.
Padahal menurutnya, harga eceran tertinggi (HET) Gas 3.Kg bersubsidi telah diatur baik oleh keputusan gubernur maupun di daerah, keputusan Bupati Buol untuk HET gas Elpiji 3 Kg di seluruh Kabupaten Buol adalah Rp27.600
“Harga HET Rp27.600 ini berlaku mulai dari Lakea hingga Kecamatan Paleleh, katakanlah ada faktor koreksi yang terjadi adalah di angka Rp.28.000,” ungkap Surianto (20/03/2024).
Masih menurut L Surianto, harga Gas Elpiji 3 kg di Kabupaten Buol saat ini banyak beredar dengan harga Rp.30.000 di pangkalan bukanlah harga normal, namun sudah di mark up pedagang, terlebih lagi masih didapati ada pedagang yang menjual hingga harga Rp.75.000 per tabung seperti yang ditemukan sekarang.
“Pangkalan di Buol ini banyak tidak mengikuti HET elpiji 3 kg, dia menjual seenak perutnya,” keluh Surianto.
Dalam pantauan media ini diketahui bahwa penyebab langkanya Gas LPG 3.Kg adalah pangkalan nakal yang menampung Gas LPG 3 Kg untuk diperdagangkan ditempat lain, pengecer liar hingga pembeli gas bersubsidi yang bukan golongan masyarakat miskin atau penerima manfaat.
“Pendataan KTP oleh pertamina di Buol ini sudah berjalan sekitar setahun sejak Maret 2023 namun belum berlaku efektif hingga saat ini, banyak pedagang makanan hingga ASN disinyalir masih menggunakan Gas Elpiji yang diperuntukkan bagi warga miskin ini,” ujar Surianto.
Lemahnya pengawasan pihak Pertamina sebagai instansi yang berwenang menangani distribusi Gas LPG juga menjadi faktor semakin langka dan melambungnya harga gas subsidi ini.
“Pangkalan di Buol banyak menjual diatas HET, kemudian terindikasi juga pangkalan nakal bermain harga gas dan stok dengan pengecer liar, mereka menjual sebagian stok kepada penjual eceran, ini yang selanjutnya viral dijual kembali hingga berkali-kali lipat,” pungkas Surianto.
Salah seorang pengecer Gas LPG 3 Kg yang ditemui media ini mengakui jika pihaknya menjual gas subsidi tersebut dengan kisaran harga Rp.45.000-75.000/ Tabung. Hal ini dilakukan dikarenakan pihaknya mendapatkan stok Gas LPG dari luar daerah dengan harga yang beragam.
“Saya dapat dari Gorontalo, disana Cuma Rp18.000 per tabung, tiba di Buol kami jual kembali dengan harga menyesuaikan,” ungkap sumber yang meminta identitasnya tidak dimediakan.***
Pewarta : Wisryanto.D.Mai
Editor. : Heru












