Palu,Portalsulawesi.Id- Pemerintah Kota Pal uterus berbenah diri, dengan mengusung tagline Kota Palu Maju Bergerak menuju Adipura 2024, sejumlah infrastruktur dalam kota palu dilakukan rehabilitasi.
Tujuannya, agar wajah kota Palu semakin cantik tertata, khususnya Infrastruktur baik jalan utama Kota Palu maupun jalan pemukiman hingga lorong lorong.
Sayangnya, tidak semua proyek rehab tersebut berjalan mulus, ada beberapa proyek infrastruktur yang terkesan dikerja asal asalan.
Salah satunya adalah Proyek Rehabilitasi Jalan Mangga dikelurahan Kamonji Kecamatan Palu Barat, proyek yang didanai lewat pos APBD kota Palu ini pun terancam “gagal Konstruksi”.
Betapa tidak, Proyek yang dikerjakan oleh CV Deyan Reval Jaya Abadi selaku pemenang tender ,belum sebulan usai dikerja telah mengalami cacat konstruksi disana sini.
Proyek dengan nomor kontrak 002/Kont.PJ/2.01.09/VII/2023 ini dibrandol dengan anggaran Rp.816.471.000 , pekerjaan ini berkontrak pada 28 Juli 2023 dengan masa kontrak 120 hari ,
Beberapa bahu jalan kembali terlihat bergelombang, aspal butas yang dihampar dibeberapa tempat tampak mengalami pergeseran struktur atau lazimnya disebut “Bleding”.
Hal ini mulai menuai kritik warga yang biasa melintas dijalan samping kompleks utama yayasan Alkhairaat , pekerjaan yang diharapkan bisa berumur panjang usai direhab ternyata mulai menampakkan tanda tanda kerusakan.
Bukan hanya kualitas pekerjaan pengaspalan di kritik warga, pengecoran sisi bahu jalan juga diprotes warga karena dikerjakan tanpa mempertimbangkan estetika . Pelaksana proyek cenderung abai dengan melakukan pengecoran sisi bahu jalan tanpa memberi ruang tumbuh terhadap pohon pelindung disepanjang jalan Mangga tersebut.
“coba bapak lihat kerjanya Kontraktor,mereka mengecor sisi bahu jalan tanpa memberi sedikit ruang di tanaman pelindung yang ada disepanjang jalan Mangga ini “ Protes Wahyu (54),salah satu warga yang berdomisili disekitar jalan manga.
Masih menurut Wahyu , selain tidak memberi ruang terhadap batang bawah pohon pelindung , pelaksana proyek tersebut juga terkesan asal menghampar material semen tanpa meratakan dengan maksimal.
“asal kerja kontraktornya, coba komiu liat caranya ba cor, asal hambur,tidak ada dikase rata sedikit, bahkan dibeberapa tempat materialnya menumpuk sehingga terkesal kumuh “ protes Wahyu.
Sementara itu,Mariam ( 47), Ibu rumah tangga yang kerap antar jemput anaknya disalah satu sekolah di jalan Mangga protes dengan adanya gumpalan material aspal yang mengelembung disisi jalan yang baru saja selesai dilakukan rekonstruksi oleh kontraktor.
“bapak liat itu aspalnya,sudah kembali bergelombang dan retak retak,bahkan itu aspal sudah mengelembung dipinggir jalan,padahal baru selesai dikerja ,bikin rugi uang daerah kalo begini cara kerja kontraktornya “ protes Mariam.
Dari pantauan media ini, proyek yang kabarnya dikerjakan Kontraktor ternama di Kota Palu ini terlihat jelas tingkat kerusakannya. Mulai dugaan aspalnya kegemukan sehingga menyebabkan Bleeding , juga mengalami keretakan serta Distorsi.
Dibeberapa titik jalan, tampak kontruksi jalan yang baru selesai di rehab tersebut mengalami penumpukan aspal,retak retak hingga perubahan struktur (distorsi). Hal ini mengindikasikan kualitas pekerjaan rehabilitasi jalan Mangga dikerjakan hanya mengejar kuantitas dengan mengabaikan kualitas ,bahkan patut diduga lemahnya pengawasan dinas terkait.
“jika dalam kasus pekerjaan jalan terjadi Bleeding, patut diduga kontraktor melakukan pemakaian kadar aspal yang tinggi pada campuran aspal, pemakaian terlalu banyak aspal pada pekerjaan prime coat atau tack coat sehingga permukaan menjadi licin. Pada temperatur tinggi, aspal menjadi lunak dan akan terjadi jejak roda” jelas salah satu sumber terpercaya yang dimintai tanggapannya oleh media ini.
Menurut sumber. kerusakan jenis kegemukan (bleeding, flushing) merupakan jenis kerusakan yang diprediksi disebabkan sebagian atau seluruh agregat dalam campuran terselimuti aspal terlalu tebal, salah satunya akibat dari kelebihan prosentase aspal di dalam campuran, atau sebab lainnya.

“ diindikasikan aspal yang dihampar bersifat sebagai pelumas bukan sebagai pengikat dan pengisi ruang kosong di dalam campuran beraspal,hal tersebut dapat terjadi salah satunya karena pengendalian mutu yang tidak berjalan dengan semestinya sehingga temperatur aspal yang dipanaskan tidak terkontrol “ jelas Sumber.
Terkait Retak lelah dan deformasi , sumber menjelaskan bahwa bisa terjadi disemua kelas jalan dikarenakan banyaknya kendaraan berat yang lalu lalang seperti bus dan truk.
“ Beban kendaraan yang berat mengakibatkan di setiap lapisan perkerasan terjadi regangan dan tegangan. Beban kendaraan yang terus melintas pada akhirnya membuat munculnya retak lelah serta deformasi”jelasnya.
“retak lelah dan deformasi jangan dibiarkan, ini masuk musim penghujan, potensi rusaknya akan lebih besar disaat telah dirembesi air dan terus dilintasi dalam kondisi retak “ sarannya.
Kondisi jalan Mangga juga tampak mengalami Distorsi,dimana bahu jalan mulai mengalami perubahan bentuk walau baru saja selesai di aspal, diduga terjadi karena tanah dasar yang lemah dan pemadatan yang kurang optimal di lapisan pondasi.
“ konstruksi jalan mulai ada yang amblas,jembul ,bergelombang dan retak lelah ,artinya pemadatan lapisan bawahnya tidak maksimal “ kritik sumber yang meminta namanya jangan dimediakan.
Kualitas pekerjaan rehabilitasi jalan Mangga tersebut diduga berpotensi gagal kontruksi jika tidak disegerakan perbaikannya.
Kepala dinas Pekerjaan Umum Kota Palu, Singgih Prasetyo saat dihubungi media ini merespon dengan segera dan berjanji melakukan evaluasi secepatnya.
“ trimakasih,jadi perhatian kami masukannya,segera kami evaluasi “ kata orang nomor satu di kantor PU Kota palu tersebut.
Masih menurut Singgih, jika struktur tanah dijalan Mangga tersebut bermasalah .” tapi memang tanah dasar disitu bermasalah,dan sudah dilakukan perbaikan “ ungkapnya kepada media ini ,senin ( 20/11/2023).

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga PU Kota Palu ,Aris Hamid juga menghubungi redaksi media ini , dirinya selaku penanggungjawab mutu pekerjaan tersebut menyatakan segera memrintahkan timnya untuk melakukan evaluasi dan pemeriksaan fisik terhadap proyek tersebut.
“saya akan perintahkan pelaksananya perbaiki pak sebelum PHO, mumpung sebelum di PHO saya arahkan diperbaiki dulu baru di PHO “ Jelas Aris .
Terkait pengecoran bahu jalan yang menutup mati ruang pertumbuhan pohon, Aris menyebutkan jika pihaknya telah mengarahkan rekanan untuk menyediakan ruang untuk pertumbuhan pohon. “ nanti saya cek lagi pak,saya akan buatkan space kalo ada pohonnya “ tegasnya.***
Pewarta : Adityawarman
Editor : Heru













