Donggala,Portalsulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Donggala mempercepat transformasi kawasan pesisir melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih atau KNMP. Dari 93 desa pesisir yang tersebar di 14 kecamatan, baru 10 desa yang telah diusulkan sebagai calon lokasi program. Pemerintah daerah kini memperluas sosialisasi agar desa-desa pesisir lain memiliki kesiapan dan peluang yang sama untuk masuk dalam pengembangan kawasan perikanan modern.
Sosialisasi dilakukan Dinas Perikanan Kabupaten Donggala dengan menyasar masyarakat dan pemerintah desa di kawasan pesisir. Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan program, tetapi juga membangun kesiapan desa dalam memenuhi persyaratan calon lokasi. Pemerintah mendorong partisipasi masyarakat sejak tahap awal agar pembangunan nantinya benar-benar bertumpu pada kebutuhan dan potensi ekonomi setempat.
Hingga kini, 10 desa telah diusulkan sebagai lokasi KNMP kepada pemerintah pusat. Sementara desa lainnya masih berada pada tahap sosialisasi, pendampingan, dan penguatan kelembagaan. Pemerintah Kabupaten Donggala menargetkan cakupan program dapat diperluas secara bertahap sehingga pembangunan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi turut menciptakan ekosistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ali Assagaf, mengatakan sosialisasi tetap menjadi prioritas meski 10 titik telah diusulkan. Menurut dia, KNMP merupakan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sejalan dengan agenda pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong transformasi kawasan nelayan tradisional menjadi lebih modern, produktif, tertata, dan berdaya saing.,senin (27/07/2026).
Transformasi tersebut mencakup pembangunan dan penguatan berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan. Infrastruktur yang disiapkan antara lain dermaga dan tambatan perahu, Tempat Pelelangan Ikan atau TPI, cold storage, pabrik es, gudang logistik, docking atau bengkel kapal, SPBN, sentra pengolahan hasil perikanan, pasar ikan, sentra kuliner laut, hingga balai pelatihan dan pusat layanan kawasan.
Menurut Ali, pembangunan fisik hanya menjadi salah satu instrumen dalam program tersebut. KNMP juga diarahkan memperkuat koperasi nelayan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan, membuka akses pemasaran, serta menghubungkan mata rantai usaha perikanan dari produksi, pengolahan, hingga distribusi.
Dengan model ini, nilai ekonomi hasil tangkapan diharapkan tidak berhenti pada nelayan sebagai produsen, tetapi berkembang menjadi aktivitas usaha yang melibatkan masyarakat pesisir secara lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Donggala berharap perluasan sosialisasi dapat mempercepat kesiapan desa-desa pesisir lainnya. Jika implementasinya berjalan sesuai desain, KNMP bukan sekadar proyek pembangunan kawasan, melainkan instrumen untuk membangun ekosistem ekonomi baru di pesisir—meningkatkan produktivitas nelayan, menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok perikanan, sekaligus menopang ketahanan pangan nasional.(***)
Pewarta: Basrudin











