Donggala,Portalsulawesi.id- Pemerintah Kabupaten Donggala mempercepat pembenahan infrastruktur irigasi untuk menopang ketahanan pangan daerah, sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini difokuskan pada perbaikan jaringan irigasi guna mendukung peningkatan produktivitas petani padi.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah daerah melakukan intervensi strategis pada sejumlah titik jaringan irigasi yang selama ini mengalami gangguan pengairan. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap penurunan hasil produksi pertanian.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Donggala, Syarief, mengatakan pada 2025 Balai Wilayah Sungai telah melakukan intervensi di 16 titik jaringan irigasi air. Program ini menyasar lahan pertanian yang kesulitan pasokan air sekaligus menjawab keluhan petani yang terdampak keterbatasan pengairan.
“Perbaikan ini diarahkan pada kawasan persawahan yang mengalami kendala irigasi, sehingga diharapkan mampu mengembalikan produktivitas petani,” ujar Syarief.(27/04/2026).
Pada tahun berjalan, intervensi lanjutan akan difokuskan pada wilayah terdampak banjir. Menurut Syarief, perbaikan jaringan irigasi menjadi langkah krusial untuk memulihkan fungsi lahan yang sempat tidak dapat diolah akibat kekeringan pascabanjir.
“Pemulihan irigasi penting agar lahan pertanian kembali produktif dan aktivitas petani dapat berjalan normal,” katanya.
Namun demikian, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan dalam percepatan program tersebut. Pemerintah Kabupaten Donggala saat ini tengah mengusulkan tambahan dukungan kepada Balai Wilayah Sungai guna memperluas cakupan perbaikan.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan infrastruktur irigasi sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.(***)
Pewarta:Basrudin
