Donggala,Portalsulawesi.id- Anggota DPRD Kabupaten Donggala dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Firdaus, angkat bicara terkait persoalan yang dihadapi puluhan warga di Desa Kola-Kola. Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal persoalan tersebut melalui jalur pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD maupun dalam pembahasan anggaran daerah.
Firdaus menyebut, sedikitnya 40 kepala keluarga di desa tersebut terancam kehilangan mata pencaharian akibat persoalan lahan pertanian yang belum tertangani secara optimal. “Ini bukan sekadar isu lokal, tetapi menyangkut keberlangsungan ekonomi warga. Saya akan kawal agar ada solusi konkret dari pemerintah daerah,” kata dia,kamis,(16/04/2026).
Ia mendesak pihak eksekutif bersama dinas teknis terkait agar memprioritaskan penanganan lahan pertanian di Desa Kola-Kola. Menurut dia, langkah ini sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat ketahanan pangan, yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Firdaus menilai, pemerintah daerah semestinya lebih responsif dalam mencari solusi bagi petani, terutama untuk memastikan keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten Donggala. “Ketahanan pangan tidak bisa berjalan tanpa dukungan nyata terhadap petani. Perbaikan lahan dan infrastruktur pertanian harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Ia memperingatkan, jika persoalan lahan pertanian seperti yang terjadi di Desa Kola-Kola tidak segera ditangani, dampaknya bisa meluas, termasuk memicu peningkatan angka pengangguran baru di wilayah tersebut.
Selain itu, ia juga menyoroti faktor ketidakpastian iklim yang belakangan dirasakan petani di Donggala. Curah hujan yang sulit diprediksi, kata dia, semakin memperburuk kondisi pertanian warga.
Firdaus mengingatkan agar pemerintah tidak abai terhadap persoalan mendesak yang dihadapi masyarakat. “Jangan sampai masyarakat jenuh dan kehilangan kepercayaan karena merasa pemerintah menutup mata terhadap kondisi riil yang mereka alami,” kata dia.
Ia berharap ada langkah cepat dan terukur dari pemerintah daerah untuk memastikan perlindungan mata pencaharian warga sekaligus
menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Donggala.(***)
Pewarta:Basrudin











