Donggala, Portalsulawesi.id-Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Donggala mulai mengakselerasi persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 yang akan digelar di Morowali Utara. Konsolidasi dilakukan lebih dini untuk memastikan pembentukan tim berjalan terukur, berbasis performa, dan selaras dengan tren kebangkitan sepak bola lokal dalam tiga tahun terakhir.
Ketua Askab PSSI Donggala, Mohammad Edwan, menegaskan komitmennya menjaga integritas proses seleksi. Ia memastikan penjaringan pemain sepenuhnya mengacu pada kualitas individu yang terpantau dalam kompetisi Liga 4 Donggala, tanpa ruang bagi praktik titipan. “Kami ingin tim ini lahir dari meritokrasi. Tidak ada kompromi untuk pemain titipan,” ujar Edwan, Selasa, (14/04/ 2026).
Kendati minat atlet meningkat, Askab memilih menunda seleksi. Edwan menilai, momentum seleksi harus presisi agar tidak menggerus stabilitas performa dan mental pemain. Rentang waktu yang terlalu panjang justru dinilai kontraproduktif, termasuk dari sisi efisiensi anggaran. Seleksi direncanakan berlangsung pada Agustus hingga September, saat kondisi pemain dinilai lebih siap secara kompetitif dan psikologis.
Di sisi lain, Edwan menyoroti krusialnya kepastian dukungan anggaran. Ia berkaca pada pengalaman Porprov sebelumnya di Luwuk Banggai, ketika kendala pendanaan sempat mengganggu kesiapan tim. “Jangan sampai atlet sudah siap, tapi terganggu karena ketidakpastian. Prestasi butuh sistem pendukung yang solid,” katanya.
Menurut Edwan, grafik sepak bola Donggala terus menanjak sejak 2022, ditopang oleh meningkatnya frekuensi kompetisi lokal dan partisipasi klub. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten yang dinilai konsisten menjaga ekosistem pembinaan. Dengan sinergi tersebut, Askab optimistis Donggala mampu tampil kompetitif dan mencuri perhatian di Porprov Morowali Utara 2026.(***)
Pewarta:Basrudin








