Donggala,Portalsulawesi.id- Korban banjir bandang di Desa Wani II, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, masih membutuhkan bantuan logistik darurat. Kebutuhan paling mendesak meliputi makanan siap saji, air bersih, sembako, serta pakaian layak pakai, menyusul kerusakan parah yang dialami warga terdampak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Donggala, Abdul Muin, mengatakan sebagian besar warga kehilangan harta benda, termasuk pakaian dan peralatan memasak yang hanyut terbawa arus. “Saat ini warga sangat membutuhkan logistik berupa sembako, air minum, dan pakaian layak,” kata Abdul Muin, Senin, (12/01/2026).
Menurut dia, Desa Wani II menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah akibat banjir bandang. Permukiman warga yang berada di dataran rendah dan di bantaran Sungai Wani membuat kawasan tersebut rentan terdampak luapan air.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga sementara mengandalkan distribusi air kemasan dari relawan dan bantuan Pemerintah Kabupaten Donggala. Namun, pasokan tersebut dinilai belum mencukupi untuk kebutuhan harian seluruh warga terdampak.
Banjir bandang yang terjadi pada Ahad siang, 11 Januari, dipicu hujan deras selama sekitar lima jam yang menyebabkan Sungai Wani meluap hingga ke kawasan permukiman. Ketinggian air dilaporkan mencapai dua meter dan menghanyutkan sedikitnya tiga unit rumah warga.
Data BPBD Donggala mencatat, selain Desa Wani II, banjir bandang juga melanda Desa Labuan Kungguma, Sumari, Kelurahan Ganti, dan Limboro. Secara keseluruhan, sebanyak 16 kepala keluarga terdampak, tiga rumah hanyut, serta dua unit jembatan dilaporkan putus.(***)
Pewarta:Basrudin











