Sultra-Muna, portalsulawesi.id- Pembangunan Rumah Susun (Rusun) sewa yang berada dilokasi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Wuna Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara menggunakan APBN 2018 sampai memasuki akhir Februari 2019 masih terus dikerjakan.
Walau dari tanggal 3 juli 2018 kontrak pengerjaan sudah dilakukan, namun bangunan Rusun belum juga rampung sampai saat ini.
Pelaksana pekerjaan yang dikerjakan oleh PT. Mitra Utama Jasa bersumber dari anggaran APBN 2018 yang melekat pada Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan nomor kontrak KU.08.08/PK-PPWIL3/SATKER-PP/RSNPP18-19/355 dilokasi STIP Wuna.
Kontraktor Pelaksana PT. Mitra Utama Jasa Piter Vigo mengatakan Keterlabatan pekerjaan pertama diakibatkan oleh masalah mobilisasi Material dari Surabaya dan Jakarta yang membutuhkan waktu, kedua terhentinya pekerjaan akibat adanya masalah lahan lokasi pengerjaan Rusun dan saat ini sudah diselesaikan oleh BPN.
Selanjutnya yang ketiga keterlambatan penyerahan lahan dari Ucer sendiri. Sehingga kita sebagai kontraktor pelaksana, menjalankan pekerjaan, terkendala sebab surat penyerahan lahan belum ada di kami.
“Kita tetap optimis bisa menyelesaikan pekerjaan Rusun dilokasi STIP Wuna, juga kita akan memperhatikan Mutu bangunan sesuai spesifikasi dan kontrak kerja,” kata Piter saat dihubungi portalsulawesi.id, kamis (28/2).
menurutnya, kontrak kerja sudah diperpanjang dan pihak dari kementrian sudah memeriksa pekerjaan dan hasilnya bagus secara struktur.
“Pekerjaan kita akan target selesai dibulan maret atau April 2019, keterlambatan pembangunan Rusun bukan datang dari kontraktor pelaksana,” ungkapnya.
Saya tidak tahu masalah aturan tentang perpanjangan waktu pekerjaan yang melewati akhir tahun, saya hanya orang lapangan yang melaksanakan pekerjaan pembangunan gedung Rusun, tutupnya.
Laporan : La Ode Alim













