Sultra-Muna, portalsulawesi.id-Sufryanto (25) suami dari Alfini Ambo yang tinggal dijalan teuku umar kelurahan watonea Kabupaten Muna mengikuti dan menyaksikan istrinya diduga berselingkuh dengan La Ode Barmudin Al Asri suami dari Atma Wulansari di sebuah hotel di Kota Kendari.
Sufryanto mengatakan bahwa pada saat penggerebekan saya bersama Atma bersama menyaksikan dan mengetahui istri saya Alfini Ambo berduaan dengan lelaki lain disebuah kamar hotel bernama La Ode Barmudin Al Asri diduga berselingku.
Pada saat itu kita berada di lantai bawah hotel, dan Polisi langsung melakukan penggerebekan, sementara saya dan Atma dilarang mengikuti sebab ditakutkan nanti terjadi keributan, kata Sufryanto kepada portalsulawesi.id di sebuah rumah di Raha, kamis (18/4).
Dia menambahkan, Penggerebekan dilakukan diatas pukul 00.00 wita (14/6) lalu.
Selanjutnya, Polisi menyampaikan kepada saya, saat itu Pak Asri (suami atma) naik duluan menuju salah satu kamar kemudian menyusul Alfini sementara adik Alfini berada di lobi hotel. Posisinya saat itu, kamar di ketuk 8 kali, baru kamar dibuka setelah 15 menit mereka dibiarkan didalam kamar
“Setelah dilakukan penggerebekan, saya memperhatikan istri saya Alfini Ambo, sudah berganti pakaian tidur, tidak memakai jilbab, 15 menit sebelum masuk kamar hotel, masih terlihat rapi menggunakan jilbab,” ungkap Sufryanto.
Istri saya (Alfini Ambo) setelah saya tanya, dia ganti baju didalam kamar mandi yang merupakan fasilitas kamar hotel, Istri saya bersumpah, tidak melakukan perzinahan, tapi saya masih belum percaya, bebernya.
Walau istri saya tidak melakukan apa apa didalam kamar hotel, namanya perempuan berstatus istri orang tidak selayaknya berduaan dalam kamar dengan seorang lelaki, juga sudah beristri, sungguh tidak pantas, apalagi diwaktu pukul yang sudah sangat larut malam, terangnya.
Saya ketemunya di Polsek Kemaraya, setelah Polisi melakukan penggerebekan, istri saya bercerita sudah berselingkuh dengan Asri, Besoknya karena datang keluarga dan kakanya, berubah lagi pernyataannya.
“Saya tidak melaporkan istri saya, dalam perselingkuhan, akibat kata Polisi, buat apa lagi melapor nanti akan diproses, kan istri dari pak Asri sudah melapor,” katanya.
Menurut Sufryanto, Ketika saya melihat prosesnya, seakan ada yang masuk angin, semulanya Polisi bersedih dengan kasus kita, sehingga membantu, Tapi akhirnya seakan tidak serius ditangani. Barang bukti sudah diserahkan, tapi dihapus, saya minta dilakukan visum kepada istri saya dan Pak Asri tidak dilakukan.
Polisi hanya bilang, istri saya sudah diperiksa dalam keadaan haid, tapi kenapa tidak divisum dan dibuatkan hasil pemeriksaan visum, cuman dibahasakan lisan, kesalnya.
Perasaan saya terhadap istri saya, terus terang saya kecewa sekali, masih sah sebagai istri saya, dia melakukan perselingkuhan, apalagi dengan suaminya orang. Kalau memang Alfini Ambo mau pisah dengan saya, tidak jadi masalah tapi jangan ambil suaminya orang, masih ada anaknya dua orang dan ibunya baru melahirkan bayinya berusia empat bulan, terangnya.
Saya mengingatkan Alfini Ambo sebagai istri saya, bagaimana perasaanmu kalau posisimu seperti istrinya Pak Asri, terus Alfini memberitahukan ke saya, nanti saya akan pertimbangkan. Tapi setelah hari berikutnya dia Whastapp ke saya, ‘kalau jodoh mau di apa, kita tidak bisa paksakan kalau Pak Asri mau nikahi saya’.
Awalnya saya curigai dengan pak Asri yang begitu baik dengan istri saya, sampai pernah dijemput dari pangkep ke baru disuruh supir dan saya izinkan juga, sebab pak asri saya anggap sebagai kakak dilokasi tempat saya bekerja, dia yang akan jaga kita ditempat kerja,
Saya juga kaget setelah saya cek dipengadilan agama dia sudah gugat saya cerai waktu usia pekawinanku baru berusia enam bulan,
Akan tetapi pengadilan agama menolak mengabulkan sebab tidak memiliki alasan yang jelas, akhirnya Alfini menunggu ketiga bulannya setelah saya tidak menafkahi, akibat tidak ada kerja dan baru usia rumah tangga “seumur jagung” dan dalam kondisi pake tongkat akibat habis kecelakaan.
Hidup masih bergantung sama orang tuanya si Alfini, kemudian saya wisuda dan kerja di baru, disitulah baru bisa saya nafkahi, sejak saat itu, Saya tetap mempertahankan rumah tangga saya, sampai memohon sama alfini untuk tetap mempertahankan rumah tangga kita yang baru dibina.
Pernikahan bukan hal yang harus dipermainkan, apa nanti dibilang orang nanti, kita melakukan perkawinan dengan proses suka sama suka melalui proses pacaran satu tahun lebih, bukan perjodohan dari orang tua.
Saya sangat terpukul dengan tindakan istri saya, orang tua saya sudah mengeluarkan banyak materi untuk pernikahan saya denga Alfini, sampai banyak barang yang digadai.
Akan tetapi tidak dihargai pengorbanan orang tua saya, barusan orang tua saya sudah iklas dengan pengorbanannya dengan kejadian ini, Saya juga merasa di injak injak harga diri saya sebagai seorang suami sahnya.
Saya berharap Alfini Ambo dan La Ode Barmudin Al Asri dijebloskan kepenjara karena sudah melakukan perselingkuhan dengan status masih istri sah saya dan Suami orang lain untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tutupnya.
Laporan : La Ode Alim














