Morut,Portalsulawesi.Id – Perintah Kapolri untuk bersih-bersih dijajaran Kepolisian hingga kedaerah sepertinya hanya angin lalu diwilayah Polda Sulteng, praktek ilegal mining (tambang ilegal) serta peredaran BBM Ilegal masih banyak terjadi tanpa tindakan berarti.
Seperti yang terjadi di perbatasan Sulteng-Sulsel , puluhan truck Pelansir BBM jenis Solar tanpa merk antri memasuki propinsi Sulawesi Tengah melalui jalur jalan Nasional batas Pendolo- Kayulangi ,Mangkutana. Truck tangki dengan kapasitas 10-35 ton berjejer antri menunggu “Kode” untuk bergeser ke para pemesan diwilayah industri di Sulteng.
Pantauan media ini, Pos Polisi di perbatasan Desa Mayoa Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso tampak tak berdaya menghalau para Pelansir BBM jenis solar yang diduga kuat hasil oplosan dari Solar Subsidi.
Para Pelansir BBM Jenis Solar dengan bermodalkan dokumen bodong bebas melenggang masuk wilayah hukum Polda Sulteng setiap harinya tanpa takut akan diciduk aparat penegak hukum, konon para pemodal dan sopir Pelansir BBM sudah punya hubungan bagus dengan APH.
” Bos kami sudah join sama anggota dipolda dan polres, jadi ada kode ke kamu kalo ada sweping ” Ungkap Ruslan (38), sopir mobil tangki BBM saat ditemui disalah satu warung didusun Watumaeta desa Mayoa , Rabu (03/11/2026).
Senada dengan Ruslan, Sampe (43) ,sopir tangki BBM asal Wotu membenarkan koordinasi tersebut. Menurutnya, mereka berani mengantar solar ke pemesan dikarenakan ada jaminan dari bosnya terkait keamanan dijalan. ” Soal keamanan dijalan bos yang atur, ada jatah ke anggota yang rutin disetor, jadi kalo kami ditahan dijalan tinggal telpon bos,bos yang atur ” ujar Sampe enteng.

Apa yang disampaikan kedua sopir Pelansir BBM tersebut hal yang umum terjadi,dugaan main mata antara oknum aparat dengan cukong BBM Ilegal yang diduga diangkut pakai dokumen Aspal ( Asli tapi Palsu) masuk Sulteng.Kuat dugaan, solar yang diangkut lewat jalur trans Sulawesi melintasi batas Sulteng-Sulsel adalah hasil dari aksi penimbunan BBM bersubsidi dari SPBU di Sulawesi Selatan dan Sulbar.
Anehnya, aksi pengangkutan BBM black market ini tidak terendus oleh Aparat Penegak Hukum baik dari Polres Poso, Polres Morowali Utara hingga Polda Sulteng. Hal ini menambah kecurigaan masyarakat akan dugaan kongkalikong oknum APH dalam transaksi Solar lintas wilayah ini, sehingga puluhan bahkan ratusan ton BBM jenis solar yang diduga ilegal lolos diperjual belikan dengan harga fantastis.
Sepertinya, Jalur Alternatif Pape-Tomata menjadi jalan yang paling aman ditempuh bagi para pemain solar yang diduga ilegal. Selain minim pengawasan ,jalurnya juga
aman untuk bertransaksi .
Masyarakat berharap ada perhatian dari Aparat Penegak Hukum terhadap para pengemplang Solar bersubsidi ini, sehingga Program 100 Kapolri dalam memberantas penyalahgunaan BBM dapat terealisasi.
Jika tidak , patut diduga antara cukong,pemodal dan APH ada main mata sehingga pasar gelap BBM ilegal terus berjalan dengan aman terkendali.***
Pewarta : Heru












