Palu, Portal Sulawesi.id– Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Palu memberlakukan kegiatan pembelajaran dari tatap muka menjadi daring atau secara online selama dua hari, Selasa-Rabu, 20–21 Oktober 2026.
Kebijakan belajar secara darimg tersebut disampaikan melalui pengumuman resmi pihak madrasah terkait pelaksanaan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR), Senin (19/10).
Dalam pengumuman yang bertajuk Informasi ayah bunda terkait kegiatan BDR, pihak madrasah memberitahukan kepada seluruh peserta didik, bahwa kegiatan pembelajaran selama dua hari dilaksanakan secara daring, artinya para siswa tidak perlun datang lagi kesekolah untuk mengikuti porses belajar mengajar seperti sebelumnya.
“Diberitahukan kepada seluruh murid MTsN 1 Kota Palu bahwa kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring/online pada Selasa–Rabu, 20–21 Oktober 2026,” demikian isi pengumuman tersebut.
Perubahan metode pembelajaran tersebut, mengingat kondisi Kota Palu yang di selimuti kabut asap, dan kekhawatiran masyarakat terhadap dampak kualitas udara bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak usia sekolah.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Palu telah menetapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari, mulai Senin (19/10/2026) hingga Rabu (21/10/2026), bagi peserta didik PAUD/TK, SD, dan SMP di bawah kewenangan pemerintah kota.
Namun di hari pertama kebijakan tersebut, Senin (19/10/2026), MTsN 1 Palu masih melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun, berdasarkan pengumuman terbaru pihak madrasah, kegiatan belajar selanjutnya dialihkan ke sistem daring selama dua hari.
Dalam pengumumannya, pihak MTsN 1 Kota Palu juga mengimbau peserta didik untuk melaksanakan kegiatan belajar dari rumah selama periode tersebut. Pesan kesehatan turut disampaikan, disertai harapan agar seluruh keluarga besar madrasah senantiasa diberikan kesehatan dan perlindungan oleh Allah SWT.
Informasi mengenai kegiatan pembelajaran setelah periode tersebut mengikuti pemberitahuan lebih lanjut dari pihak madrasah.
Sementara itu, Wakil Ketua Komite MTsN 1 Kota Palu, Ikbal Borman menanggapi pengumuman tersebut, dirinya mengapresiasinya, dan menyampaikan informasi tersebut kepada orang tua dan peserta didik.
Ikbal berharap kesehatan dan keselamatan siswa tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan.
“Kami mengapresiasi langkah pihak madrasah yang telah menyampaikan informasi belajar dari rumah. Harapan kami, kesehatan dan keselamatan anak-anak tetap menjadi prioritas, tanpa mengabaikan keberlangsungan proses pendidikan,” ujar Ikbal.
Menurutnya, kondisi udara yang dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, orang tua diharapkan turut memastikan anak-anak mengikuti pembelajaran dari rumah sesuai arahan pihak madrasah.(SL)













