Donggala,Portalsulawesi.id- Ketua DPRD Kabupaten Donggala, Moh Taufik, meninjau langsung lokasi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Tanantovea, Labuan, dan Sindue, Minggu (10/1/2026). Hasil peninjauan menunjukkan sedikitnya dua desa terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
Dua wilayah yang terdampak paling parah yakni Desa Labuan Lumbubaka dan Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo. Akses menuju kedua lokasi tersebut dilaporkan belum dapat dilalui sama sekali, baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki.
“Yang paling parah itu Dusun Sisere. Ada belasan sepeda motor tertimbun longsor,” kata Taufik kepada wartawan di sela peninjauan.
Selain memutus akses transportasi, bencana banjir yang disertai longsor juga mengakibatkan kerugian material warga. Informasi sementara menyebutkan sejumlah kendaraan roda dua milik warga tertimbun material longsoran di Dusun Sisere.
Politikus asal Wani itu mendesak Pemerintah Kabupaten Donggala segera mengambil langkah cepat dengan menurunkan alat berat ke lokasi terdampak guna membuka kembali akses jalan yang terputus. Menurut dia, percepatan penanganan menjadi krusial untuk memastikan distribusi logistik dan mobilitas warga tidak terhambat lebih lama.
Di sisi lain, DPRD bersama pemerintah daerah juga merencanakan pembentukan posko tanggap darurat di sejumlah titik strategis. Posko tersebut akan didirikan di Desa Wani II, Desa Labuan Kungguma, dan Desa Wani Lumbupetigo sebagai pusat koordinasi penanganan bencana dan distribusi bantuan.
Peninjauan lapangan tersebut turut dihadiri Komandan Kodim 1306 Palu, Yudhi Hendro Prasetyo, Kapolres Donggala, Angga Dewanto Basari, unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta aparat pemerintah setempat.
Hingga berita ini diturunkan, upaya penanganan darurat masih terus dilakukan, sementara pendataan dampak bencana dan kebutuhan mendesak warga terdampak masih berlangsung.(***)
Pewarta:Basrudin











