Palu, Portasulawesi.id- Masyarakat Rukun Warga (RW) Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, meminta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Reski Hardianti Ramadani Pakamundi, agar di berikan keranda jenazah untuk keperluan mesjid, pada penjaringan aspirasiJumat (6/11).
Pasalnya menurut Ketua RT 2/RW7 H. Arbin, selama ini jika ada warga yang meninggal dunia, warga RW 7 kesulitan untuk mengangkat jenazah yang akan dibawa ke pekuburan untuk di kebumikan. Selain itu kondisi jalan Manunggal yang sempit, sehingga tidak memungkinkan mobil ambulance membawa jenazah. Sehingga alternatif yang tepat yakni keranda jenazah.
“Kami di RW 7 ini, untuk masjid belum memiliki keranda jenazah, karena saat ini untuk masjid di RW 7 belum punya,” ungkap H. Arbin.
Arbin meminta anggota legislatif Reski Hardianti Ramadani untuk menyampaikan aspirasi mereka ke Pemkot Palu, termasuk maslah keamanan.
Pasalnya baru-baru ini, di wilayah tersebut, sempat terjadi gesekan antar warga, sehingga keamanan di wilayah tersebut sempat terganggu.
“Kami sangat berharap kiranya perhatian dari pemerintah terutama dalam segi keamanan, dan ketertiban agar kami juga hidup dengan damai tanpa ada gangguan apapun,” pintanya.
Ketua RT 1 Salma, mengusulkan sekitanya pemerintah selalu memperhatikan kondisi masjid yang ada dilingkungan tesebut, ya g kondisi dalam masjid sangat memprihatikan, terutama perlengkapan yang sudah tidak memadai.
“Ini sudah mau dekat bulan ramadan, di RW kami ada dua masjid, pertama di jalan Manunggal, dan kedua di lorong SIS Aljufri. Untuk masjid yang di lorong SIS Aljufri, tirainya sudah kusam, sehingga perlu diganti. Sehingga kami usulkan untuk bisa mendapatkan dana agar tirainya biasa di ganti dengan yang baru,” harapnya.
Selain masjid yang masih kekurangan, permintaan lain yakni terkait Posyandu, yang salama ini belum memiliki sound sistem. Pasalnya, tanpa sound sistem atau alat pengeras suara, pelayanan di Posyandu agak terganggu.
“Yang kami inginkan setiap Posyandu bisa dibantu dengan sound system, karena setiap ada kegiatan, kader-kader kalau mau panggil bayi, balita, ibu hamil bahkan lansia kadang tidak tidak baku dengar karena tidak ada sound system jadi itu yang kami minta bantuan biar hanya yang kecil saja yang penting bisa untuk pengeras suara,” urainya.
Senada dengan ketua RT 1, Masria, salah seorang warga juga menyuarakan terkait kondisi posyandu yang jika ada kegiatan tidak kebagian tempat duduk (kursi), sehingga, mulai dari bayi (dan orangtuanya), balita, Ibu hamil, dan lansia terpaksa harus berdiri karena jumlah kursi yang kurang.
“Sya kader Posyandu anggrek, jadi di Posyandu ini jumlah pesertanya untuk balita ada 59 orang, kemudian lansia kurang lebih 63 orang, kalau datang bersamaan biasa kursinya tidak cukup, kadang ada yang masuk ke dalam rumah-rumah warga, ada yang berdiri, ada yang pergi ke rumahnya tetangga, jadi kursi sangat kami butuhkan,” katanya.
Masria juga meminta pengadaan matras, pasalnya setiap kali dirinya memeriksa ibu hamil, selalu menggelar kain.
“Jadi matras sangat kami butuhkan untuk pemeriksaan ibu hamil,” ujarnya.
Sementara Ketua RT 3 Muliati, meminta pengadaan lampu penerangan jalan, pasalnya ada sebagian jalan diwilayah RW 7 masih gelap, karena tidak memiliki lampu jalan.
“Lalu sudah ada, cuma sudah banyak yang rusak,” ujarnya.(SL)













