Donggala,Portalsulawesi.id- Kondisi infrastruktur jalan di Desa Powelua, Kabupaten Donggala, kian memprihatinkan. Kerusakan parah pada sejumlah ruas jalan tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna. Dalam beberapa waktu terakhir, jalan berlubang, terjal, dan sempit itu dilaporkan telah memicu puluhan kecelakaan.
Menyikapi situasi tersebut, jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Donggala turun langsung ke lokasi guna memastikan penanganan segera dilakukan. Ketua Komisi I DPRD Donggala, Mohamad Irvan, bersama anggota komisi Firdaus dan Hermin, meninjau langsung titik-titik jalan yang mengalami kerusakan berat sekaligus berdialog dengan warga setempat.
“Perbaikan ruas jalan yang kerap memicu kecelakaan ini akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. Saat ini kami menunggu proses pergeseran anggaran selesai,” kata Irvan di hadapan warga, belum lama ini.
Ia menjelaskan, alokasi anggaran yang disiapkan untuk penanganan awal mencapai sekitar Rp200 juta. Anggaran tersebut difokuskan pada perbaikan titik-titik paling krusial yang selama ini menjadi sumber kecelakaan.
Menurut Irvan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah perlu menempatkan skala prioritas secara tepat, terutama pada infrastruktur dasar yang berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat. “Jangan lagi membangun jalan baru yang belum mendesak, sementara jalan yang setiap hari dilalui warga justru dalam kondisi rusak berat,” ujarnya.(12/04/2026).
Data yang dihimpun dari masyarakat menunjukkan sedikitnya lebih dari 20 insiden kecelakaan terjadi di ruas jalan tersebut. Kondisi ini mempertegas urgensi intervensi pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan.
Kepala Desa Powelua, Asmin Pini, membenarkan bahwa kerusakan jalan telah lama menjadi keluhan utama warga. Ia menyebut, keresahan masyarakat bahkan sempat memicu rencana aksi protes sebagai bentuk desakan kepada pemerintah.
“Kunjungan DPRD ini memberikan kepastian kepada warga bahwa perbaikan jalan akan segera dilakukan,” kata Asmin.
Sebelumnya, pemerintah desa bersama perwakilan masyarakat telah melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Donggala, Taufik M. Burhan.
Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan sejumlah persoalan krusial, termasuk kondisi jalan pendakian yang rawan kecelakaan serta kebutuhan pengaspalan ruas Lampo–Powelua.
Merespons hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Donggala bersama DPRD memastikan bahwa penanganan jalan yang paling rawan akan diprioritaskan dalam waktu dekat.
Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat realisasi pekerjaan guna menjamin keselamatan serta kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.(***)
pewarta : Basrudin











